Berita Aceh Barat
Upah Kerja tak Dibayar Berbulan-bulan, Karyawan Perkebunan Sawit di Aceh Barat Segel Kantor
“625 orang karyawan belum menerima gaji sejak Juli hingga September 2020, dan jika gaji kami belum dibayar minimal satu bulan saja dulu, maka segel...
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
“625 orang karyawan belum menerima gaji sejak Juli hingga September 2020, dan jika gaji kami belum dibayar minimal satu bulan saja dulu, maka segel tersebut tidak kami buka dan tetap mogok kerja,” kata Zulfahri, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh Barat kepada Serambinews.com, Sabtu (10/10/2020).
Laporan Sa’dul bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Ratusan karyawan perkebunan kelapa sawit PT Mopoli Raya di Kabupaten Aceh Barat, menyegel kantor administrasi perusahaan tempat mereka bekerja, Sabtu (10/10/2020)
Aksi itu dipicu, karena belum dilakukan pembayaran upah kerja sejak Juli hingga September 2020.
Sementara para karyawan perkebunan dan karyawan pabrik kelapa sawit (PKS) yang berjumlah 625 orang itu, juga melakukan mogok kerja bersama.
Dengan harapan, upah mereka segera dibayar oleh pihak perusahaan.
Sementara mogok kerja dan penyegelan itu sudah berlangsung sejak pukul 11.30 WIB Jumat (9/10/2020) dan berlanjut hingga Sabtu (10/10/2020).
Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pihak perusahaan yang sebelumnya telah menjanjikan pembayaran hak buruh.
• Soal Draf UU Cipta Kerja tak Dibagikan Saat Rapat Paripurna, Begini Tanggapan Sekjen DPR
Namun karena belum direalisasi sebagaimana yang diharapkan oleh para pekerja, maka dilakukan penyegelan.
Sedangkan sejumlah kantor yang disegel itu masing-masing Kantor Unit Perkebunan I di Desa Baroh Paya, Kecamatan Panton Reu.
Berikut kantor PKS dan Kantor Perkebunan Unit II di Desa Alue Kuyun, Kecamatan Woyla Timur.
Pintu-pintu masuk semua kantor tersebut dipasang dengan menggunakan papan ukuran besar dan dipaku di bagian kusen pintu masuk.
Sehingga, tidak bisa lagi masuk ke dalam kantor tersebut.
Para karyawan saat ini masing-masing standby di rumah dan barak masing-masing, hingga ada kejelasan dari pihak perusahaan tentang nasib mereka.
Karyawan mengaku, saat ini dihadapkan dalam masalah hutang dan kebutuhan keluarga sehari-hari untuk bisa bertahan hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/para-karyawan-menyegel-kantor-perusahaan-pt-mopoli-raya-aceh-barat.jpg)