Breaking News:

Harga TBS Sawit

Di Aceh Selatan, Harga TBS Kelapa Sawit Mulai Merangkak Naik

Kendati kenaikan tersebut tidak begitu signifikan, namun harga tersebut tentu akan membantu menambah pendapatan petani kelapa sawit di daerah tersebut

Penulis: Taufik Zass | Editor: Ansari Hasyim
Serambi Indonesia
Pengepul membeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari petani di Keude Geurobak, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Rabu (14/8/2019). 

Laporan Taufik Zass I Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Petani Kelapa Sawit di Kabupaten Aceh Selatan patut bersyukur karena sejak seminggu terakhir ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat agen pengumpul dilaporkan naik dari harga sebelumnya Rp 1.500/Kg menjadi Rp 1540/Kg.

Kendati kenaikan tersebut tidak begitu signifikan, namun harga tersebut tentu akan membantu menambah pendapatan petani kelapa sawit di daerah tersebut.

“Sejak beberapa Minggu terakhir harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit di Kabupaten Aceh Selatan mengalami kenaikan, yakni Rp 1540/Kg dari harga sebelumnya Rp 1.520-Rp 1.510/Kg,” kata Sumadi, salah seorang pemilik Ram di Kecamatan Trumon yang dikonfirmasi Serambinews.com, Minggu (11/10/2020).

H Ismail, petani kelapa sawit di Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (4/10/2020) lalu mengaku bahwa harga TBS Kelapa Sawit di daerahnya Rp 1.520 - Rp 1.510/Kg.

Artinya, dengan harga beli di tingkat petani saat ini Rp 1.540/Kg maka harga TBS di daerah tersebut naik sebesar Rp 20 rupiah.

Ferdinand Hutahaean Mundur dari Partai Demokrat, Ada Perbedaan Prinsip dengan AHY

Niat Kritik Soal Omnibus Law, Goweser Ini Malah Berkali-kali Salah Sebut Kata Jadi UU Melli Gus Law

5 Cara Detoks Alami untuk Buang Racun Berbahaya Dalam Tubuhmu, Mudah Dilakukan

Menurut H Ismail, dengan harga jual di tingkat agen pengumpul Rp 1.520 -Rp 1.510/Kg mereka sudah bisa mengelola kebun dengan maksimal, sebab menurutnya usaha perkebunan kelapa sawit sangat besar biaya pemeliharaan dan perawatannya.

“Ya, kalau bertahan di level harga tersebut kami sudah bisa menyisihkan untuk beli pupuk dan upah pekerja,” ungkap H Ismail.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved