Breaking News

Kesehatan

Ini 4 Jenis Komplikasi Penyakit DM yang Harus Diwaspadai, Apa Bahayanya?

Pasalnya, kadar glukosa yang terlalu tinggi dan melebihi kebutuhan tubuh bisa menyebabkan penyakit diabetes militus.

Editor: Nur Nihayati
Diabetes 

2. Hiperglikemia

tribunnews

Hiperglikemia adalah keadaan di mana kadar gula darah melonjak secara tiba-tiba.

Penyabab hiperglikemia pada penderita diabetes dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

- Stres

- Infeksi

- Konsumsi obat-obatan tertentu

Sementara itu, kejadian hiperglikemia pada penderita diabetes dapat ditandai dengan:

- Poliuria, yakni dorongan untuk buang air kecil secara terus menerus dalam jarak waktu yang singkat

- Polidipsia, yakni rasa haus yang tidak berkesudahan

- Polifagia atau nafsu makan meningkat

- Kelelahan yang parah (fatigue)

- Pandangan kabur

Apabila diketahui dengan cepat, hiperglikemia dapat dicegah tidak menjadi parah.

Hipergikemia sendiri dapat memperburuk gangguan-gangguan kesehatan seperti gastroparesis, disfungsi ereksi, dan infeksi jamur pada vagina.

Hiperglikemia yang berlangsung lama dapat berkembang menjadi keadaan metabolisme yang berbahaya, antara lain Diabetic ketoacidosis (DKA) dan Hyperglycemic hyperosmolar syndrome (HHS), yang keduanya dapat berakibat fatal dan membawa kematian.

Cara mencegah terjadinya hiperglikemia pada penderita tidak lain dengan melakukan kontrol kadar gula darah secara ketat.

3. Komplikasi makrovaskular

Tiga jenis komplikasi makrovaskular yang umum berkembang pada penderita diabetes adalah penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah otak, dan penyakit pembuluh darah perifer.

Meski komplikasi makrovaskular dapat juga terjadi pada DM tipe 1, namun yang lebih sering merasakan komplikasi ini adalah para penderita DM tipe 2 yang umumnya menderita hipertensi, dislipidemia dan atau kegemukan.

Kombinasi dari penyakit-penyakit komplikasi makrovaskular dikenal dengan berbagai nama, antara lain Syndrome X, Cardiac Dysmetabolic Syndrome, Hyperinsulinemic Syndrome, atau Insulin Resistance Syndrome.

Karena penyakit-penyakit jantung sangat besar risikonya pada penderita diabetes, maka pencegahan komplikasi terhadap jantung harus dilakukan sangat penting dilakukan, termasuk pengendalian tekanan darah, kadar kolesterol, dan lipid darah.

Penderita diabetes sebaiknya selalu menjaga tekanan darahnya tidak lebih dari 130/80 mm Hg.

Untuk itu penderita harus dengan sadar mengatur gaya hidupnya, termasuk:

- Mengupayakan berat badan ideal

- Diet dengan gizi seimbang Berolah raga secara teratur

- Tidak merokok

- Mengurangi stres

4. Komplikasi mikrovaskular

Komplikasi mikrovaskular terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1.

Hiperglikemia yang persisten dan pembentukan protein yang terglikasi (termasuk HbA1c) menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi makin lemah dan rapuh dan terjadi penyumbatan pada pembuluh-pembuluh darah kecil.

Hal inilah yang mendorong timbulnya komplikasi-komplikasi mikrovaskuler, antara lain:

- Retinopati, yakni kerusakan mata, khususnya retina, yang mengganggu penglihatan hingga menyebabkan kebutaan

- Nefropati atau kerusakan atau penyakit ginjal

- Neuropati atau kerusakan saraf

Selain karena kondisi hiperglikemia, ketiga komplikasi ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Oleh sebab itu, dapat terjadi dua orang yang memiliki kondisi hiperglikemia sama, tapi berbeda risiko komplikasi mikrovaskularnya.

Namun demikian, faktor terkuat untuk perkembangan komplikasi mikrovaskular tetap lama (durasi) dan tingkat keparahan diabetes.

Satu-satunya cara yang signifikan untuk mencegah atau memperlambat jalan perkembangan komplikasi mikrovaskular adalah dengan pengendalian kadar gula darah yang ketat.

Pengendalian intensif dengan menggunakan suntikan insulin multi-dosis atau dengan pompa insulin yang disertai dengan monitoring kadar gula darah mandiri dilaporkan dapat menurunkan risiko timbulnya komplikasi mikrovaskular sampai 60 persen.

Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Hati-hati Inilah 4 Jenis Komplikasi Diabetes Melitus yang Harus Diwaspadai, Apa Berbahaya?,

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved