Internasional

Segerombolan Gajah Mengais Makanan dari Tempat Pembuangan Sampah, Menangkan Royal Society of Biology

Beberapa foto sangat kuat, mengkomunikasikan pikiran dan perasaan tanpa satu kata pun tertulis. Fotografer satwa liar di seluruh dunia sering kali

Editor: M Nur Pakar
Foto: Facebook
Kawanan gajah mengais makanan di tumpukan sampah Sri Lanka 

SERAMBINEWS.COM,KOLOMBO - Beberapa foto sangat kuat, mengkomunikasikan pikiran dan perasaan tanpa satu kata pun tertulis.

Fotografer satwa liar di seluruh dunia sering kali berhasil menangkap visual hewan liar yang menakjubkan di habitat aslinya.

Banyak dari mereka yang memenangkan hadiah utama untuk komposisi, pencahayaan, pengaturan waktu, pembingkaian, dan yang paling penting, dedikasi fotografer.

Tapi kemudian, ada sekelompok foto pemenang penghargaan lainnya yang tidak selalu melukiskan gambaran bahagia tentang hewan liar.

Sebaliknya, fokus pada masalah yang menjadi perhatian seperti perubahan iklim, perburuan liar, perambahan, penggundulan hutan, dan tempat pembuangan sampah plastik.

Dan bagaimana faktor-faktor ini perlahan-lahan membusuk ekosistem, lansir TimesNow, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Pemerintah Aceh Kembangkan Nilam, BPPT Sebut Pentingnya Inovasi dalam Meningkatkan Kualitas Produk

Foto seperti itu dianugerahi hadiah utama dalam kompetisi fotografi Royal Society of Biology.

Foto tersebut memenangkan hadiah utama kompetisi tahun ini yang bertema: 'Our Changing World'

Foto menunjukkan kawanan gajah lapar yang sedang mengais makanan di tempat pembuangan sampah di Sri Lanka.

Foto yang menyayat hati itu diambil oleh Tilaxan Tharmapalan di fasilitas sampah plastik di Oluvil.

Menurut laporan, timbunan sampah besar-besaran dengan gundukan sampah telah merusak habitat alami kawanan gajah di hutan provinsi timur.

Baca juga: Dewan Minta Pemkab Cari Solusi, Terkait Gangguan Gajah Liar

Seiring bertambahnya jumlah sampah setiap hari, tumpukan sampah semakin mendekati hutan dan menarik perhatian gajah yang berkeliling mencari makanan.

“Satu tempat pembuangan sampah terletak di dekat daerah yang dikenal sebagai 'Ashraf Nagar' dekat hutan yang berbatasan dengan Oluvil-Pallakadu di distrik Ampara dianggap penyebab kebiasaan baru, merusak dan tidak sehat," tulis Tilaxan di blognya.

"Kawanan gajah liar berjumlah sekitar 25-30 sekor terbiasa makan begitu dekat dengan habitat manusia, juga mulai menyerang sawah terdekat dan desa-desa mencari lebih banyak makanan," ujarnya.

Kondisi itu, katanya, menambah lebih banyak ketegangan hubungan yang sudah tegang antara penduduk desa dan hewan liar.

Baca juga: Kawanan Gajah Santap Tanaman Padi di Ranto Peureulak, Pergerakannya Sempat Terdeteksi GPS Collar

Kekhawatiran yang lebih besar adalah otopsi gajah di daerah tersebut menunjukkan produk plastik dan plastik di dalam perut hewan.

Menurut Tliaxan, plastik dalam jumlah besar juga terlihat di kotoran gajah.

Fotografer menambahkan banyak pembicaraan telah terjadi tentang masalah tersebut.

Tetapi pihak berwenang belum menemukan solusi, tutupnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved