Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Yunani Kutuk Turki, Kirim Kembali Kapal Pengeboran Migas

Pemerintah Yunani, Senin (12/10/2020) mengutuk keputusan Turki sebagai ancaman langsung bagi perdamaian regional.

Editor: M Nur Pakar
Reuters
Kapal Turki Oruc Reis akan melakukan aktivitas di wilayah perairan Mediterania Timur, termasuk selatan pulau Kastellorizo, Yunani. 

SERAMBINEWS.COM, ATHENA - Pemerintah Yunani, Senin (12/10/2020) mengutuk keputusan Turki sebagai ancaman langsung bagi perdamaian regional.

Turki telah mengirim kembali kapal penelitian ke Mediterania timur di tengah ketegangan atas hak pengelolaan migas lepas pantai, seperti dilansir AFP.

Langkah yang dilakukan itu, saat Athena dan Ankara mencoba menetapkan tanggal pembicaraan guna meredakan perselisihan antara dua tetangga NATO itu.

Angkatan Laut Turki pada Minggu (11/10/2020) mengatakan kapal Oruc Reis akan melakukan aktivitas di wilayah tersebut.

Baca juga: Bangladesh Berlakukan Hukuman Mati Bagi Pemerkosa, Setelah Aksi Protes Berhari-hari

Termasuk selatan pulau Kastellorizo ​​Yunani, dari Senin (12/10/2020) hingga 22 Oktober dalam pesan yang dikirim ke sistem peringatan maritim NAVTEX.

Kementerian Luar Negeri Yunani mengatakan langkah itu merupakan ancaman langsung bagi perdamaian dan keamanan regional.

"Turki tidak dapat diandalkan lagi dan tidak dengan tulus menginginkan dialog," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan Ankara adalah faktor utama ketidakstabilan di wilayah, dari Libya hingga Laut Aegea dan Siprus, Suriah, Irak, dan sekarang Nagorno-Karabakh.

Baca juga: Bupati Bersama Ketua DPRK Bireuen Tandatangani Petisi Tolak Omnibus Law

"Saya tidak mencari pertarungan, tidak ada yang harus melakukannya," kata Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dalam wawancara Senin (12/10/2020) dengan harian Yunani Ta Nea.

Turki dan Yunani berselisih mengenai eksplorasi gas di Mediterania timur pada Agustus 2020.

Kedua negara telah melakukan latihan udara dan angkatan laut yang saling bersaing di perairan strategis antara Siprus dan pulau Kreta Yunani.(*)

Baca juga: Ketua Liga Dunia Muslim Kecam Ekstremis, Tanggapan Atas Pidato Separatisme Islam Presiden Prancis

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved