Breaking News:

Berita Malaysia

Mainan Angka Anwar Ibrahim Munculkan Tanda Tanya, Hanya Ajukan Dukungan Tapi Tak Serahkan Nama

Anwar pun telah mengajukan jumlah anggota Dewan Rakyat yang diduga mendukungnya, namun dia tidak menyerahkan daftar nama anggota parlemen pendukungnya

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
INSTAGRAM/istana_negara
Anwar Ibrahim (kanan) dan Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah (kanan) saat bertemu di Istana Negara, Selasa (13/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM – Anwar Ibrahim masih harus berusaha lebih keras lagi untuk mewujudkan keinginannya menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Hingga malam ini, Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Syah, belum mengeluarkan keputusan apa pun terkait gembar-gembor isu pergantian pemerintahan.

Dilansir Serambinews.com dari Malaysiakini.com, Anwar Ibrahim telah menghadap Sultan Abdullah pada, Selasa (13/10/2020) pagi.

Anwar pun telah mengajukan jumlah anggota Dewan Rakyat yang diduga mendukungnya.

Namun, Presiden PKR ini tidak menyerahkan daftar nama anggota parlemen yang mendukung dirinya.

“Dalam sidang yang berlangsung kurang lebih 25 menit ini, Dato 'Seri Anwar bin Ibrahim telah menyampaikan jumlah Anggota Dewan Rakyat yang diduga mendukungnya.

Namun, dia tidak menyerahkan daftar anggota Dewan Rakyat untuk memperkuat dugaan,” kata Datuk Pengelola Bijaya Diraja Istana Negara, Ahmad Fadil Syamsuddin.

"Dalam hal ini, Al-Sultan Abdullah telah berpesan kepada Dato 'Seri Anwar bin Ibrahim untuk mematuhi dan menghormati proses hukum yang tertuang dalam Konstitusi Federal," lanjut Ahmad Fadil.

Sementara itu, dalam jumpa pers seusai pertemuan dengan Yang di-Pertuan Agong, Anwar Ibrahim mengatakan dia telah menyerahkan dokumen otentik yang membuktikan dukungan lebih dari 120 anggota parlemen kepadanya.

Ia menyatakan dukungan itu telah diserahkan kepada Yang Mulia Agong dalam pertemuan pagi tadi.

Namun, dia mengatakan masuk akal untuk bersabar, karena Yang di-Pertuan Agong akan memanggil para pemimpin partai politik.

“Kami memberi ruang dan wewenang baginya (Agong) untuk memutuskan," kata Anwar.

Menurutnya, tidak tepat mengatur waktu bagi Raja untuk mengambil keputusan.

Sesi hadap Anwar Ibrahim seharusnya dijadwalkan pada 22 September 2020, tetapi ditunda karena Sultan Abdullah menjalani perawatan di National Heart Institute.

Baca juga: Anwar Ibrahim Bertemu Raja Malaysia, Buat Pengumuman Penting Sore Ini, Bagaimana Nasib Muhyiddin

Baca juga: Polisi Malaysia Panggil Anwar Ibrahim, Ada Sinyal Pergantian PM

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved