Breaking News:

Berita Malaysia

Pakar Politik Malaysia: Sultan Abdullah tak Begitu Percaya dengan Klaim Anwar Ibrahim

Sultan Abdullah akan sangat cermat menanggapi klaim Pemimpin Oposisi Datuk Seri Anwar Ibrahim yang sudah memiliki mayoritas anggota Dewan Rakyat.

Editor: Zaenal
AFP
Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah 

SERAMBINEWS.COM - Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Syah, tidak akan secara mudah dan serta merta percaya dengan tuduhan Anwar Ibrahim bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yasin telah kehilangan dukungan di parlemen.

“Karena persoalan kehilangan kepercayaan kepada Perdana Menteri bukanlah perkara sepele,” ungkap pakar politik Malaysia, Datuk Dr Wan Ahmad Fauzi Wan Husain, seperti dilansir bharian.com.my, Selasa (13/10/2020).

Wan Ahmad Fauzi Wan Husain adalah Pendiri Fikih Watan yang juga Associate Professor Fakultas Manajemen Industri, Universiti Malaysia Pahang.

Ia berpendapat, Sultan Abdullah akan sangat cermat menanggapi klaim Pemimpin Oposisi Datuk Seri Anwar Ibrahim yang sudah memiliki mayoritas anggota Dewan Rakyat.

Sultan memiliki hak prerogatif untuk mengambil tindakan yang tepat sebelum memutuskan bahwa Perdana Menteri tidak lagi memiliki kepercayaan.

Wan Ahmad Fauzi Wan Husain mengatakan, perintah Sultan agar Anwar mematuhi dan menghormati proses hukum berarti mengacu pada Pasal 43 (4) Konstitusi Federal.

"Ketika Agong mengatakan perlu untuk mengikuti proses hukum, ini berarti dia mengacu pada Pasal 43 (4) bahwa

'ketika Perdana Menteri tidak lagi memiliki kepercayaan mayoritas anggota Dewan Perwakilan, maka Perdana Menteri akan mengundurkan diri dari Kabinet, kecuali atas permintaannya Parlemen dibubarkan oleh Yang di-Pertuan Agong. '

“Jika Tuanku menasihati seperti ini, berarti Yang Mulia bertindak sesuai dengan posisinya sebagai Yang di-Pertuan Agong, penjaga Konstitusi Federal dengan berdiri teguh pada pemerintahan yang adil,” ujar Wan Ahmad Fauzi.

Baca juga: Anwar Ibrahim: Raja Malaysia Sedang Pelajari Dokumen Saya untuk Gulingkan PM Muhyiddin Yassin

Ia melanjutkan, sudah jelas dalam urutan tersebut, Yang Mulia menempatkan masalah keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terkena gelombang ketiga COVID-19 sebagai prioritas di atas perjuangan politik.

“Dalam situasi negara yang terkena COVID-19, Yang Mulia memiliki hak prerogatif untuk menempatkan ketertiban umum sebagai prioritas untuk melindungi kepentingan rakyat sejalan dengan sumpahnya untuk berdiri teguh di atas pemerintahan yang adil dan damai di Negara tersebut.

“Sebelum Yang Mulia memutuskan apakah Perdana Menteri masih mendapat kepercayaan dari mayoritas anggota Dewan Rakyat atau tidak,

Beliau dapat menyampaikan nasehat kepada Anggota Dewan Rakyat agar mengurus perselisihan di antara mereka dengan memperhatikan kepentingan rakyat dan negara secara keseluruhan,” ujarnya.

Baca juga: Pengusaha Aceh di Malaysia Teken MoU dengan PPIM dan NGO Muslim, Sepakat Perluas Pasar Produk Halal

Dia mengatakan bahwa perintah Sultan kepada Anwar menunjukkan kebijaksanaan Agong yang dengan sopan menolak tuduhan Anwar.

Artinya, Tuanku bertindak bijak dan tidak ingin ada pihak manapun yang memanipulasi yang disebut mayoritas kuat untuk membentuk pemerintahan baru.

“Kalau ditelisik secara harafiah, Tuanku tidak ingin rakyat khawatir dan itu artinya pemerintah saat ini masih mendapat dukungan,” ujarnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved