Sabtu, 13 Juni 2026

Internasional

Oposisi Belarusia Beri Ultimatum ke Presiden, Mengundurkan Diri atau Menghadapi Pemogokan Nasional

Pemimpin oposisi Belarusia Svetlana Tikhanovskaya mengatakan akan mengumumkan pemogokan di seluruh negeri.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/VLADIMIR SIMICEK
Pemimpin oposisi Belarusia Svetlana Tikhanovskaya (depan) menyapa para pendukungnya sebelum meninggalkan Istana Kepresidenan di Bratislava, Slowakia pada 8 Oktober 2020. 

SERAMIBNEWS.COM, MINSK - Pemimpin oposisi Belarusia Svetlana Tikhanovskaya mengatakan akan mengumumkan pemogokan di seluruh negeri.

Kecuali Presiden Alexander Lukashenko mengumumkan pengunduran dirinya, menghentikan kekerasan dan membebaskan tahanan politik pada 25 Oktober 2020.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi pada 25 Oktober, seluruh negeri akan turun ke jalan, dengan damai," kata Tikhanovskaya, yang berada di pengasingan di Vilnius, dalam sebuah pernyataan, Selasa (13/10/2020).

"Pada 26 Oktober, semua perusahaan akan mulai mogok, semua jalan akan diblokir, toko-toko milik negara tidak ada lagi penjualan," tambahnya.

Ultimatum Tikhanovskaya datang ketika polisi di Belarus menahan 186 orang deonstran di seluruh negeri, menurut Kementerian Dalam Negeri, lansir AFP, Rabu (14/10/2020).

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri memberi izin kepada polisi untuk menggunakan senjata tempur di jalan-jalan jika diperlukan.

Para pensiunan yang berdemonstrasi berdebat dengan petugas penegak hukum saat menuntut pengunduran diri pemimpin otoriter dan pemilihan baru yang adil di Minsk, Belarusia, Senin (12/10/2020).
Para pensiunan yang berdemonstrasi berdebat dengan petugas penegak hukum saat menuntut pengunduran diri pemimpin otoriter dan pemilihan baru yang adil di Minsk, Belarusia, Senin (12/10/2020). (AFP/STR)

Baca juga: Iran Berada di Titik Puncak Gelombang Ketiga Virus Corona, Denda Mulai Diterapkan

Karena pasukan keamanan kembali bentrok dengan pengunjuk rasa yang ingin Lukashenko mundur setelah pemilihan 9 Agustus 2020 yang dipersoalkan.

Belarusia meningkatkan tindakan keras terhadap protes, mengizinkan polisi menggunakan senjata mematikan

"Fasis," teriak para pengunjuk rasa dalam kebuntuan yang menegangkan dengan personel pasukan keamanan yang menanggapi dengan pistol dan semprotan, menurut klip video yang beredar di media sosial.

Suara ledakan bisa terdengar saat gumpalan asap memenuhi udara di tempat kejadian.

Tidak ada laporan langsung tentang cedera atau penangkapan.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri kemudian mengkonfirmasi bahwa polisi telah menggunakan pistol suar dan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi yang tidak sah.

"Protes, yang sebagian besar bergeser ke Minsk, telah menjadi terorganisir dan sangat radikal," kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.

"Dalam hal ini, pegawai Kementerian Dalam Negeri dan pasukan internal tidak akan meninggalkan jalan-jalan dan, jika perlu, akan menggunakan peralatan khusus dan senjata militer," katanya.

Baca juga: Gencatan Senjata Azerbaijan-Armenia Terancam Gagal, Tidak Ada Yang Mau Mengalah

Puluhan ribu warga Belarusia berdemonstrasi setiap akhir pekan sejak pemilu, di mana Lukashenko dinyatakan sebagai pemenang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved