Breaking News:

Pemerkosa Ibu Muda Pernah Divonis Penjara Seumur Hidup

Tersangka Samsul Bahri (41), pelaku pembunuhan terhadap Rangga, bocah sembilan tahun, dan pemerkosa ibu si bocah, Dn (28), ternyata pernah

Editor: bakri
SERAMBI/ZUBIR
Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief S Sukmo, didampingi Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, Kanit Tipikor, Ipda Narsyah Agustian SH, dan anggota Sat Reskrim lainnya, memperlihatkan tersangka Samsul Bahri, seusai konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (13/10/2020). 

* Bebas karena Dapat Remisi Covid-19 

LANGSA - Tersangka Samsul Bahri (41), pelaku pembunuhan terhadap Rangga, bocah sembilan tahun, dan pemerkosa ibu si bocah, Dn (28), ternyata pernah divonis penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan yang dia lakukan sebelumnya di Pekanbaru, Riau.

Hal itu terungkap dalam konfrensi pers yang digelar Polres Langsa, Selasa (13/10/2020).

Acara itu dipimpin oleh Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo SIK, didampingi Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, dan Kanit Tipikor, Ipda Narsyah Agustian SH. Tersangka Samsul Bahri juga ikut dihadirkan.

Samsul Bahri ditangkap Minggu (11/10/2020) atas perbuatan keji yang dia lakukan sehari sebelumnya terhadap ibu dan anak di salah satu gampong Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Mantan residivis ini tega menghabisi Rangga hanya untuk bisa menuntaskan hasrat bejatnya terhadap ibu si bocah yang ternyata sedang hamil muda. Tidak hanya sekali, tetapi sampai tiga kali.

Dalam konfrensi pers kemarin, Samsul Bahri menceritakan kalau dirinya pada tahun 2005 silam pernah merantau ke Pekanbaru.

Pada suatu malam, ia terlibat perkelahian dengan seorang pria di sebuah tempat hiburan.

Samsul menusuk pria tersebut hingga tewas. Atas kasus pembunuhan itu dia dijatuhi vonis hukuman seumur hidup.

"Saya masuk penjara karena menusuk orang hingga meninggal di tempat hiburan di Pekanbaru sekitar tahun 2005," ungkap Samsul Bahri kepada awak media.

Awalnya, Samsul Bahri dipenjara di LP Pekanbaru. Tetapi pada tahun 2009 dia dipindahkan ke LP Tanjung Gusta, Medan.

Setelah menjalani hukuman 15 tahun, Samsul Bahri mendapatkan program asimilasi Covid-19 dari Kemenkumham. Dia bebas enam bulan lalu.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo juga menyampaikan hal yang sama.

"Keterangan orang tua tersangka, tersangka pernah melakukan kasus pembunuhan sekitar tahun 2005 silam di Riau, ia divonis seumur hidup," ujar Kasat Reskrim.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved