Tips
Awas Berbahaya, Microsleep Bisa Berisiko Merenggang Nyawa, Ini Cara Pencegahannya
Namun diyakini, kurang tidur menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya microsleep. Kondisi ini bisa dialami dengan berbagai sebab seperti insomnia,
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Mursal Ismail
Namun diyakini, kurang tidur menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya microsleep. Kondisi ini bisa dialami dengan berbagai sebab seperti insomnia
SERAMBINEWS.COM - Pernahkah Anda tertidur sesaat tanpa sadar.
Misalnya ketika melakukan aktivitas, tiba-tiba tertidur dalam hitungan detik, kemudia Anda terjaga?
Kondisi tertidur dalam waktu singkat ini dinamakan microsleep.
Dilansir dari Verywell Health, microsleep sering dialami oleh orang-orang yang mencoba melawan rasa ngantuk untuk tetap terjaga.
Kondisi ini memang tidak berbahaya jika penderitanya berada di tempat yang cukup aman, misalnya di sofa.
Tapi jika ini terjadi pada orang yang sedang mengemudikan kendaraan, tentu berisiko memicu kecelakaan hingga merenggang nyawa.
Baca juga: Banyak yang Tak Tahu, Ini 5 Bahaya Kurang Tidur, Salah Satunya Mudah Sakit
Penyebab Microsleep
Melansir Healthline, penyebab pasti terjadinya microsleep belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli.
Namun diyakini, kurang tidur menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya microsleep.
Kondisi ini bisa dialami dengan berbagai sebab seperti insomnia, sering bergadang atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Mirosleep juga amat rentan dialami oleh orang-orang yang mengalami gangguan tidur.
Misalnya terhadap penderita sleep apnea.
Gangguan tidur ini membuat penderitanya kesulitan bernapas karena terjadi penyumbatan di saluran pernapasan bagian atas.
Baca juga: Manfaat Konsumsi Satu Sendok Makan Madu Sebelum Tidur, Salah Satunya Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Akibatnya, otak tidak menerima suplai oksigen yang cukup selama tidur, yang kemudian memicu rasa kantuk di siang hari.
Penderita narkolepsi juga sering mengalami rasa kantuk ekstrim di siang hari, denga episode tidur yang singkat dan tidak terkendali.
Pencegahan
Hal terpenting untuk mengatasi gangguan microsleep adalah dengan memperbaiki waktu tidur Anda.
Durasi tidur yang ideal bagi orang dewasa berkisar antara 7 hingga 8 jam setiap malamnya.
Penting juga untuk mengubah beberapa gaya hidup untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur anda.
Baca juga: Hati-hati! Orang Kurang Tidur Rentan Terkena Obesitas dan Diabetes, Begini Penjelasan Ilmiahnya
- hindari kafein dan alkohol sebelum tidur
- pastikan suasana kamar nyaman dan tenang
- matikan lampu dan sumber suara bising yang mengganggu
- pastikan suhu kamar nyaman
- hindari aktivitas yang merangsang otak sebelum tidur
Untuk menghindari terjadinya microsleep saat berkendara, operasikan kendaraan hanya saat anda benar-benar bisa waspada.
Alihkan kemudi pada teman lainnya jika anda mulai mengantuk.
Sangat berhati-hati dan hentikan kendaraan anda jika mengalami hal-hal berikut ini.
- keluar dari jalur
- terus menguap
- kelopak mata terasa berat
Agar tidak mengantuk saat mengemudi, putarlah musik bertempo cepat.
Baca juga: Moms, Berikut 14 Tips Sederhana agar Bayi Anda Tidur Lelap tanpa Perlu Diayun-ayun dan Digendong
Sementara itu, jika sedang bekerja jangan operasikan mesin atau peralatan apapun saat anda merasa mengantuk.
Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan atau cedera yang tidak diinginkan.
Carilah teman untuk berbicara sejenak.
Jika memungkinkan, seringlah bangkit dari kursi duduk untuk merenggangkan otot-otot anda.
Lakukan gerakan-gerakan fisik untuk membangkitkan semangat tubuh dan melawan rasa kantuk. (Serambinews.com/Yeni Hardika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/efek-kurang-tidur.jpg)