Breaking News:

Berita Luar Negeri

China Langsung Kirim Angkatan Udara, Gara-gara Kapal Perusak USS Barry Transit di Selat Taiwan

militer China mendesak Amerika Serikat untuk berhenti terlibat dalam retorika dan tindakan negatif terkait dengan Selat Taiwan

Editor: Muhammad Hadi
Foto yang diambil pada Desember 2016, menunjukkan jet tempur J-15 milik China yang bersiap untuk lepas landas dari kapal induk Liaoning.(AFP / STR) 

SERAMBINEWS.COM - Kolonel senior Zhang Chunhui, juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat mengatakan pada Kamis (15/10/2020), militer China mendesak Amerika Serikat untuk berhenti terlibat dalam retorika dan tindakan negatif terkait dengan Selat Taiwan.

Melansir People's Daily, pada hari Rabu, kapal perusak berpeluru kendali USS Barry transit melalui Selat Taiwan.

Komando Teater Timur PLA mengirim unit maritim dan Angkatan Udara untuk memantau seluruh bagian kapal, kata Zhang.

"Baru-baru ini, AS secara rutin mengirimkan pesan yang salah kepada pasukan separatis Taiwan, dan telah merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan itu," katanya.

"Kami dengan sungguh-sungguh memperingatkan AS untuk berhenti menimbulkan masalah di Selat Taiwan dengan retorika dan tindakannya," katanya. 

Baca juga: Latihan Militer China Meningkat di Pulau-pulau Sekitar Taiwan

Komando Teater Timur PLA akan tetap waspada, dan dengan tegas akan menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah, serta perdamaian dan stabilitas di wilayah Selat Taiwan, tambahnya.

Mengutip Global Times, transit kapal perusak USS Barry di Selat Taiwan terjadi setelah media asing melaporkan pada Selasa (13/10/2020) dan Rabu (14/10/2020) bahwa AS sedang bergerak maju dengan penjualan senjata terbaru ke Taiwan.

Baca juga: Pasukan PBB Asal Aceh Pulang, Misi Perdamaian di Republik Afrika Tengah Selesai

Menurut para ahli menampilkan senjata serangan dibanding bersifat defensif.

Sebelum insiden ini, Global Times memberitakan, kapal perusak USS John S. McCain memasuki perairan Kepulauan Paracel di Laut China Selatan yang diklaim China sebagai pulau miliknya.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved