Berita Aceh Barat
Anak Yatim yang Alami Penumpukan Cairan di Perut Diboyong ke Rumah Sakit
Pasien yang sudah dua tahun menderita sakit itu diboyong ke rumah sakit setelah ada bantuan dana dari dermawan untuk biaya operasi dan pendampingan.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Sayuti (23) anak yatim piatu yang menderita penumpukan cairan di perutnya di Desa Ramitie, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Senin (19/10/2020), telah dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk dirujuk ke RSUZA Banda Aceh guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pasien yang sudah 2 tahun menderita sakit tersebut diboyong ke rumah sakit setelah adanya bantuan dana dari sejumlah dermawan yang diberikan kepada pasien untuk biaya operasi dan pendampingan.
“Tadi pagi Sayuti telah dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk dilakukan pemeriksaan awal dan keperluan lainnya dalam penanganan pasien tersebut, nantinya akan dirujuk ke RSUZA Banda Banda Aceh jika rumah sakit tersebut tidak mampu ditangani di Meulaboh,” jelas Rusdi, Keuchik Ramitie, Kecamatan Sungai Mas kepada Serambinews.com, Senin (19/10/2020).
Disebutkan, dengan adanya biaya yang terkumpul dari donatur, yang bersangkutan langsung dirujuk ke rumah sakit, dengan harapan pembengkakan yang dideritanya bisa segera tertangani dengan baik.
Pada Senin pagi, pihak Puskesmas bersama warga, anggota TNI dan Polri terlihat Sayuti ditandu dibawa menuju ke dalam Mobil Ambulan untuk diberangkatkan ke rumah sakit, agar segera mendapatkan penanganan medis.
Dia berharap dengan adanya bantuan dari para dermawan itu kiranya Sayuti bisa tertolong dan sembuh dari penyakitnya itu.
Selama ini ia merintih dalam kesakitan dibagian perut yang terus membengkak dan membesar yang diduga akibat tumpukan cairan di bagian perutnya.
Sayuti hidup sebatang kara, ia tinggal di rumah salah satu warga di Desa Ramitie, sedangkan kedua orang tuanya telah lama tiada meninggal dunia.
Sehingga warga yang merasa prihatin akan dirinya memberikan perawatan dan menampung di rumahnya dan menanggung kebutuhan lainnya sesuai dengan kemampuan pemilik rumah.
Sayuti merupakan orang kurang mampu, sehingga tidak ada kemampuan untuk berobat dengan biaya sendiri, karena keterbatasan ekonominya, sehingga yang seharusnya ia sudah menjalani operasi lebih awal agar cairan di perutnya bisa hilang dan tidak membengkak lagi.
Ia pun berharap jika nantinya dalam masa pengobatan tersebut jika mengalami kekurangan biaya untuk kebutuhan pendamping pasien kiranya ada dermawan lainnya yang bisa membantu kebutuhan tersebut.
“Untuk pendampingan pasien ada satu warga kita yang mendampinginya yaitu orang merawatnya selama ini, dan nanti kami berencana akan bergantian untuk mendampingi pasien tersebut. Doakan, semoga Sayuti warga kami bisa sembuh dari penyakitnya,” tutup Rusdi.(*)
Baca juga: Ini 12 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Diabetes
Baca juga: Pria Ini Nekat Tembak Tetangganya hingga Tewas, Sakit Hati Sering Ditantang Berkelahi
Baca juga: Pemimpin Madrid Isabel Diaz Ayuso Kecam Keras PM Pedro Sanchez, Tolak Penutupan Kota
Baca juga: 1.100 Pengungsi Dalam Kesepakatan AS Telah Dimukimkan Kembali, Australia Buang ke Kepulauan Pasifik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ramitie.jpg)