Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

Berebut Visa ke Pakistan, 11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak

Sebanyak 11 wanita Afganistan tewas terinjak-injak ketika penyerbuan meledak untuk mendapatkan visa ke Pakistan,

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/NOORULLAH SHIRZADA
Warga berkumpul untuk mengajukan visa Pakistan di stadion sepak bola menyusul penyerbuan yang menewaskan sedikitnya 11 wanita, di Jalalabad, Afghanistan, Rabu (21/10/2020). 

SERABINEWS.COM, KABUL - Sebanyak 11 wanita Afganistan tewas terinjak-injak ketika penyerbuan meledak untuk mendapatkan visa ke Pakistan,

Ribuan warga Afghanistan antre di stadion sepak bola untuk mendapatkan visa, kata para pejabat.

Attaullah Khogyani, juru bicara Gubernur Provinsi Nangarhar Timur mengatakan 13 orang lainnya, kebanyakan wanita, terluka di stadion, tempat mereka berusaha mendapatkan visa untuk masuk ke negara tetangga Pakistan.

Dia mengatakan kebanyakan dari mereka yang meninggal adalah orang tua dari seluruh Afghanistan.

Secara terpisah, setidaknya 36 polisi Afghanistan tewas dalam penyergapan oleh gerilyawan Taliban di Afghanistan utara, kata para pejabat.

Itu adalah serangan paling mematikan sejak Taliban dan pemerintah Afghanistan mulai mengadakan pembicaraan damai yang telah lama tertunda bulan lalu.

Bagian dari proses yang diluncurkan berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan pemberontak pada Februari 2020.

Baca juga: Pembela Tolak Kasus Terhadap Presiden Terguiling Omar Al-Bashir Ditangani Pengadilan Internasional

Pembicaraan itu dipandang sebagai kesempatan terbaik negara itu untuk perdamaian setelah perang puluhan tahun.

Rahim Danish, Direktur Rumah Sakit Provinsi Takhar utara, mengkonfirmasi menerima 36 mayat dan mengatakan delapan pasukan keamanan lainnya cedera.

Seorang pejabat keamanan Afghanistan mengatakan pasukan itu berada dalam konvoi yang disergap.

Pejabat tersebut, yang tidak berwenang untuk memberi penjelasan singkat kepada media tentang acara tersebut dan berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan beberapa Humvee polisi dibakar.

Jawad Hijri, juru bicara pemerintah provinsi, mengatakan wakil kepala polisi termasuk di antara mereka yang tewas.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, berbicara kepada Parlemen, bertanya "mengapa Taliban membunuh orang Afghanistan?"

Dia mengatakan Taliban masih percaya pada narasi palsu penaklukan menyusul serentetan serangan baru-baru ini, terutama di Provinsi Helmand.

Baca juga: Pelatih Sepakbola PON Aceh, Azhar Ikuti Kursus Lisensi Pelatih B AFC di Jimbaran Bali

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved