Breaking News:

Berita Langsa

Dua Wanita Terpidana Judi Online di Langsa Dicambuk 46 Kali

Lewat persidangan Mahkamah Syariah itu, mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

For Serambinews.com
Terpidana judi online saat menjalani eksekusi cambuk di halaman Kantor Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Langsa, Rabu (21/10/2020). 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dua terpidana kasus judi online (maisir), Rabu (21/10/2020), dicambuk masing-masing 23 kali atau total 46 kali di halaman Kantor Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa.

Sebelumnya, sesuai putusan Mahkamah Syariah Langsa Nomor: 5/JN/2020/MS.Lgs tanggal 10 Oktober 2020, menyatakan terdakwa AN Dan SS bersalah.

Lewat persidangan Mahkamah Syariah itu, mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Sehingga hakim memutuskan 27 kali cambuk dan hanya menjalani hukuman aqubat cambuk sebanyak 23 kali, setelah dipotong masa tahanan yang sudah mereka jalani.

Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa, H Aji Asmanuddin SAg mengatakan, dengan adanya pelaksanaan hukuman cambuk ini, bisa menjadi pelajaran bagi lainnya agar tidak lagi menjalankan bisnis haram itu.

"Kita harapkan eksekusi cambuk hari ini bisa menjadi pelajaran dan ikhtibar bagi yang lainnya, sehingga daerah ini ke depan bersih dari perbuatan-perbuatan maksiat," ujarnya.

Baca juga: Anhar Gonggong Dorong Pemkab Bener Meriah Ajukan Legitimasi secara Nasional untuk Radio Rimba Raya

Baca juga: Ibu Sambil Menangis Jemput Anak Saat Demo di Istana Bogor: Ngapain Demo, Ditangkap Polisi Gimana?

Baca juga: Catat! Mulai 26 Oktober 2020 Operasi Zebra Dimulai, Ini 7 Pelanggaran dan Prioritas yang Ditindak

Kepada orang tua, Aji Asamanuddin mengajak, agar mengawasi anak-anaknya jangan sampai terjerumus ke dunia perjudian online dan perbuatan melanggar syariat lainnya.

"Mari kita bersama-sama mengawasi anak kita supaya mereka terjauh dari perbuatan melanggar syariat," sebutnya.

Bagi yang masih menyediakan fasilitas judi online, pihaknya meminta segera menghentikan kegiatan haramnya tersebut.

Dinas syariat Islam bersama pihak penegak hukum akan menindak tegas jika ada yang masih menyediakan dan menjalankan segala bisnis melanggar syariat.(*)

Penulis: Zubir
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved