Penanganan Covid 19
Gugus Tugas Covid-19 Nyatakan Subulussalam Masih Zona Orange
Dijelaskan penentuan zona suatu wilayah menjadi perhatian serius dalam menentukan kebijakan daerah dalam menangani covid-19.
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Dijelaskan terjadi penambahan empat kasus warga terpapar virus corona di Kota Sada Kata ini.. Kemudian seorang lagi merupakan pasien lama dan diswab kembali positif.
Keempat warga yang positif tersebut masing-masing berinisial IH, pria berusia 48 tahun warga Kecamatan penanggalan.
Lalu wanita berinisial RRU umur 25 tahun, berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri. Selanjutnya wanita berinisial IS berusia 27 tahun berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri.
Kemudian pasien positif keempat bernisial DM wanita berusia 42 tahun warga Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.
Keempatnya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan surat kepala laboratorium penyakit infeksi Universitas Syiah Kuala nomor 877/PKU/X/2020.
Surat tertanggal 16 Oktober 2020 itu ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam berisi pemeriksaan SWAB RT-QPCR.
Dalam surat tersebut dijelaskan dari 10 sampel yang diperiksa pada tanggal 16 Oktober 2020 5 orang dinyatakan positif covid-19.
“Selain keempat pasien ini ada satu orang yang sebelumnya juga positif dan saat diswab kembali positif alias belum sembuh,” terang Baginda.
Adapun pasien lama yang hasil swabnya kembali positif inisial S, peria berjenis kelamin laki-laki, umur 65 tahun, berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri.
Lebih jauh disampaikan pasien riwayat S yang merupakan pasien RSUD Kota Subulussalam. Dia telah dinyatakan positif sesuai rilis pada tanggal 3 Oktober 2020.
Dikatakan, pasien tersebut masih dirawat di ruang pinere RSUD Kota Subulussalam kemudian dilakukan Swab kembali dan ternyata kembali dinyatakan positif covid-19.
Sementara inisial IH, adalah pasien RSUD Kota Subulussalam berobat jalan, pada tanggal 14 Oktober 2020.
IH dilaporkan dirawat di RSUD dengan keluhan demam, nyeri, kepala pusing berputar-putar, mual, muntah, nyeri ulu hati dan dilakukan SWAB dinyatakan positif covid-19.
Lalu inisial RRU dan IS adalah nakes merasa dirinya ada kejanggalan maka diminta untuk dilakukan swab dan ternyata dinyatkan positif covid-19.
Sedangkan inisial DM adalah nakes yang bertugas di Puskesmas Pakpak Bharat. Namun DM menetap di Kecamatan Penanggalan.
Menurut kabar, DM pernah merawat pasien positif covid-19. Kemudian ia mengalami sakit tenggorokan dan meminta dilakukan swab dan dinyatakan positif covid-19. (*)
Bersama-kita lawan virus corona. Serambinews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat Pesan Ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-covid-19-kota-subulussalam-baginda-nasution-sh-mm.jpg)