Parlementaria
HRD: Dayah di Aceh Harus Mandiri dan Kuat
Bantuan BLK kepada dayah oleh HRD ini dimaksudkan agar para santri dan guru punya skill tertentu untuk peningkatan ekonomi mereka.
* Tahun 2021 Bantu Teknologi Tepat Guna untuk Dayah
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan M Daud, SE (HRD), melakukan kunjungan kerja ke Dayah Ummul Ayman Samalanga Bireuen pimpinan Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) dan Dayah Ihdal Ulum Al Aziziyah Pimpinan Tgk H Zakaria, Selasa (20/10/2020).
Dalam kunjungannya, HRD yang didampingi Tenaga Ahli Anggota DPR RI, anggota DPRK Bireuen, Usman Sulaiman beserta rombongan disambut hangat oleh Waled Nu dan para santri.
Baca juga: Bangun Dua Terminal Tipe A Di Aceh, HRD Sukses Perjuangkan 32 Milyar APBN 2021
Baca juga: HRD Bersama Bupati Bireuen Kunjungi Sejumlah Program Padat Karya
Kunjungan tersebut dalam rangka melihat progres pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas.
Bantuan BLK kepada dayah oleh HRD ini dimaksudkan agar para santri dan guru punya skill tertentu untuk peningkatan ekonomi mereka.
Anggota Komisi V DPR RI itu juga mengatakan, dayah merupakan salah satu pilar perjuangan Islam yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan agama dan negara, termasuk Dayah Ummul Ayman. Karena itu, menurut HRD, negara harus memberi perhatian serius kepada dayah guna mendorong kreativitas dan produktivitas menuju dayah yang mandiri secara ekonomi.
Baca juga: Pengusaha Mi Aceh Divonis 20 Bulan, Bunuh Preman Bertato yang Minta Nasi Goreng Ancam Pakai Parang
Baca juga: Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Pastikan Melalui Situs eform.bri.co.id
Dalam kesempatan yang sama, Waled Nu menyampaikan, setiap bulan Ummul Ayman membutuhkan 18-20 ton beras untuk dikonsumsi santri.
"Saya punya rencana agar kebutuhan beras tersebut bisa kami produksi sendiri, namun saat ini kami masih perlu dukungan untuk pengadaan mesin penggilingan padi," pinta Waled Nu.
Rais Syuriyah PWNU Aceh ini melanjutkan, selama ini santrinya juga menanam serai wangi. "Namun karena belum ada mesin penyulingan, setiap panen kami menggunakan jasa orang lain untuk penyulingan minyak serai dengan sistem bagi hasil, kedepan kita berharap ada mesin penyulingan sendiri,” tambah Waled Nu.
Bupati Bireuen 2012 – 2017 itu langsung merespon dan menyahuti positif permintaan Waled Nu. “Insya Allah tahun depan saya akan perjuangkan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk Dayah Ummul Ayman dan juga dayah-dayah lain di Aceh. Kedepan dayah-dayah di Aceh harus semakin kuat, maju dan digemari oleh generasi milenial," tutup HRD. (*)
Baca juga: Unsyiah Hibah Mesin Pengeringan Pliek-U ke Mitra
Baca juga: Pria Jomblo Ini Pilih Bercinta dengan Boneka Seks Seharga Rp 30 Juta, Mengaku Lebih Bahagia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tgk-h-nuruzzahri-yahya-pimpinan-dayah-ummul-ayman-bersama-h-ruslan-mdaud-se-1.jpg)