Senin, 11 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Ingin Kuasai Harta, Istri Hantam Palu ke Kepala Suami hingga Tewas, Lapor Polisi Mengaku Dirampok

Melansir dari Harian Metro, Rabu (21/10/2020), pelaku yang tidak lain adalah istri sah korban yang berusia 45 tahun bersekongkol dengan adik laki-laki

Tayang:
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi
Harian Metro
Hasil penyelidikan menemukan bahwa pelapor atau istri korban, telah merencanakan dan membunuh suaminya bersama adik laki-laki 

SERAMBINEWS.COM - Aksi pembunuhan dilakukan seorang istri kepada suaminya untuk menguasai harta. 

Tindakan yang dilakukan istri kepada suami ini, karena tergiur dengan jumlah harta dan nilai asuransi suami yang cukup fantastis. 

Gelap mata, ia memilih untuk menyegerakan mengakhiri hidup suaminya, 

Istri tega membunuh suami untuk menguasai harta yang disebut RM 2 juta atau sekitar Rp 7.060.467.756 setelah dikonversikan.

Selain membunuh karena ingin menguasai harta, istrinya termotivasi mendapatkan asuransi suami yang disebut pula berkisar RM 800.000 atau sekitar Rp 2.824.187.102.

Melansir dari Harian Metro, Rabu (21/10/2020), pelaku yang tidak lain adalah istri sah korban yang berusia 45 tahun bersekongkol dengan adik laki-lakinya yang berusia 42 tahun.

Baca juga: Pembunuh Jurnalis Swedia Kembali Ditangkap, Setelah Mencoba Melarikan Diri dari Penjara

Baca juga: Awas! Gangguan Psikososial, Anak-anak Bisa Rentan Kekerasan Hingga Bunuh Diri

Pelaku menawarkan sejumlah harta kepada adik laki-lakinya, setelah pekerjaan membunuh selesai.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada pukul 12:30 waktu Malaysia, pada 1 Oktober 2020.

Pelaku meminta adiknya untuk datang ke rumahnya di Jalan Jati, Sungai Chua, Kajang, Malaysia untuk membunuh korban.

Setelah penyiksaan korban, pelaku membuat laporan kepada pihak berwajib.

Menjelaskan bahwa suaminya telah dirampok oleh orang yang tidak dikenal.

Sehingga suaminya terluka parah, emas yang dikenakan suaminya juga ikut dicuri.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat menjalani perawatan, di RS Kajang karena mengalami luka parah pada bagian kepala.

Baca juga: Nasib Pollycarpus Pasang Badan dalam Pembunuhan Munir, Jualan Telur Asin dan Meninggal Karena Corona

Naas, karena kondisi terluka parah, korban tidak mampu bertahan sehingga dikabarkan meninggal dunia pada 10 Oktober lalu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved