Internasional
Arab Saudi Hindari Barang Produksi Turki, Persaingan Kedua Negara Semakin Panas
Dari acar daun anggur hingga kopi dan keju, supermarket Arab Saudi mengeluarkan produk Turki dari rak.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Dari acar daun anggur hingga kopi dan keju, supermarket Arab Saudi mengeluarkan produk Turki dari rak.
Setelah adanya seruan untuk boikot barang-barang Turki, karena persaingan antara Riyadh dan Ankara semakin memanas, lansir AFP, Kamis (22/10/2020).
Kedua negara telah lama bersaing untuk mendapatkan supremasi di dunia Muslim.
Tetapi persaingan geopolitik mereka meningkat setelah agen Saudi membunuh jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul pada 2018.
Petro negara Teluk yang kaya itu telah berusaha menekan ekonomi Turki yang sudah berjuang mendapatkan turis Saudi.
Tetapi, hal iu berakhir, sering seruan dari kaum nasionalis Arab Saudi tahun lalu untuk memboikot pariwisata dan berhenti membeli properti di Turki
Sekarang, eksportir tekstil dan barang-barang Turki lainnya mengeluhkan penundaan yang berlebihan di bea cukai Arab Saudi.
Baca juga: Arab Saudi Tawarkan Rp 294 Triliun Untuk Memimpin Kecerdasan Buatan Dunia
Turki memperingatkan bahwa upaya Riyadh untuk memblokir impor dapat mengganggu rantai pasokan global.
Minggu ini, setelah seruan sebelumnya dari Kepala Kamar Dagang Saudi untuk memboikot semua produk Turki, beberapa jaringan supermarket mengumumkan \mereka menghentikan impor dan penjualan produk Turki.
"Keputusan ini datang sebagai solidaritas dengan kampanye boikot yang populer," salah satunya, Abdullah AlOthaim Markets, di Twitter.
Beberapa jaringan ritel mengatakan akan terus menjual barang sampai persediaan habis.
Tetapi di salah satu supermarket di Riyadh, seorang koresponden AFP melihat para penjual berebut untuk membersihkan seluruh rak produk yang dibuat di Turki, seperti kopi, coklat, dan toples sayuran acar.
Feta buatan Mesir ada di rak berpendingin yang diberi tanda untuk keju Turki.
"Ini adalah masalah yang sangat sensitif," kata manajer rantai ritel negara itu kepada AFP, yang tidak mau disebutkan namanya dan menolak membahas nasib produk yang dihapus tersebut.
Sementara pemicu pasti untuk boikot baru masih belum jelas, kampanye tersebut menargetkan ekonomi Turki yang dilanda virus Corona karena bergulat dengan mata uang yang jatuh bebas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/super-market-di-arab-saudi.jpg)