Berita Aceh Besar
Hari Santri di Dayah Insan Qurani Aceh Besar, Ada Bagi Alquran dan Doa Covid-19 Cepat Berakhir.
Dalam rangkaian acara tersebut, ustaz dan ustazah juga turut memberikan hadiah berupa Alquran kepada santriwan dan santriwati terbaik
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
Dalam rangkaian acara tersebut, ustaz dan ustazah juga turut memberikan hadiah berupa Alquran kepada santriwan dan santriwati terbaik
Laporan Masrizal | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Santri, pembina dan dewan guru Dayah Insan Qurani Aceh Besar melaksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di halaman dayah setempat, Kamis (22/10/2020) pagi.
Dalam rangkaian acara tersebut, ustaz dan ustazah juga turut memberikan hadiah berupa Alquran kepada santriwan dan santriwati terbaik yang mampu menghafal Alquran.
Dan para santri juga mendoakan pandemi Covid 19 segera berakhir.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Insan Qurani, Ustaz Wahyuddin menyampaikan bahwa sejarah mencatat bahwa santri merupakan sosok yang paling kokoh dalam hadapi hidup.
Baca juga: Miris! Mahasiswa di Pidie Terpaksa Gadai Ponsel hingga Sepmor untuk Lunasi Biaya Kuliah
Baca juga: Desain Tugu di Bundaran Simpang Empat Kota Sigli Bentuk Melinjo, Butuh Dana Rp 5,9 Miliar
Baca juga: Daftar Harga iPhone Terbaru Bulan Oktober 2020, Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga iPhone 12
“Pendidikan yang didapatkan santri di pesantren mampu mendidik santri menjadi pribadi yang mampu bertahan dan memberikan kontribusi-kontribusi terbaik untuk agama dan bangsa,” ujar Wahyuddin.
Selain itu, menurut Wahyudin, sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan santri adalah orang tua.
Merekalah yang telah membuat keputusan terbaik dengan mengorbankan segala hal yang mereka miliki untuk menyekolahkan anak-anaknya di dayah.
“Maka setelah acara ini, ucapkanlah terima kasih kepada mereka.
Sampaikan dengan tulus cinta kita kepada mereka. Meskipun tanpa kita ucapkan, orangtua kita sudah tahu.
Selalu ada kebahagiaan tersendiri bagi orang tua saat anak mengucapkan terima kasih atas segala yang mereka berikan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wahyudin juga berpesan agar para santri memiliki kemerdekaan dalam berpikir, tidak boleh tunduk kecuali tunduk seutuhnya kepada Allah.
Jabatan, kekayaan dan unsur duniawi lainnya hanya titipan sementara.
“Titipan ini yang tidak boleh sampai membuat lupa pada siapa yang telah memberikannya,” tutur Wahyuddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peringatan-hari-santri-nasional-di-dayah-insan-qurani.jpg)