Rabu, 6 Mei 2026

6 Penyebab Vagina Berdarah Usai Bercinta, Karena Infeksi hingga Risiko Kanker Serviks

Setidaknya ada enam alasan mengapa vagina mengalami pendarahan setelah berhubungan seks.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Google.com
Ilustrasi 

Kekeringan vagina dapat terjadi pada wanita dari segala usia, tetapi umumnya terjadi pada mereka yang memiliki kadar estrogen rendah, seperti wanita pasca menopause dan menyusui.

Estrogen berkontribusi pada kelembapan dan kelenturan jaringan vagina, maka wanita dengan tingkat estrogen rendah lebih rentan mengalami pendarahan saat berhubungan seks.

3. Memiliki polip

Wanita yang memiliki polip rahim cenderung akan mengalami pendarahan setelah berhubungan seks.

Polip adalah pertumbuhan daging berbentuk bola kecil pada lapisan jaringan.

Biasanya, polip tidak berbahaya dan tidak menyakitkan, tetapi sangat sensitif.

Jadi, jika terbentur saat penetrasi oleh jari, sex toys, atau pun penis, bisa mengakibatkan pendarahan.

4. Melakukan seks yang intens

Sering melakukan hubungan seks dapat membuat vagina menjadi kasar dan menyebabkan robekan sehingga terjadi pendarahan.

"Bercak ringan atau keluarnya cairan berwarna merah muda bisa menjadi respons yang normal saat vagina pulih,” ungkap ahli kandungan di Texas A&M College of Medicine, Hector Chapa, MD.

Meski begitu, terkadang hal ini bisa menimbulkan robekan yang besar sehingga wanita mengalami pendarahan hebat, dan mungkin memerlukan jahitan di rumah sakit.

5. Risiko kanker serviks

Pendarahan vagina yang tidak normal merupakan salah satu indikator awal terjadinya kanker serviks.

Human papillomavirus (penyebab utama kanker serviks) dapat memicu mutasi pada sel-sel di lapisan serviks.

Sel-sel serviks yang tidak normal ini dapat menyebabkan vagina mengalami pendarahan setelah berhubungan seks.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved