Bermusuhan Sejak 1948, Apa Alasan Sudan Bangun Hubungan Damai dengan Israel?

Sudan menjadi negara ketiga -setelah UEA dan Bahrain- yang membuka hubungan kembali dengan Israel belakangan ini.

Editor: Amirullah
BBCNews
Seorang warga mengibarkan bendera nasional Sudan di Khartoum. 

SERAMBINEWS.COM - Bermusuhan Sejak 1948, Inilah Alasan Sudan Bangun Perjanjian Damai dengan Israel

Sudan menjadi negara ketiga -setelah UEA dan Bahrain- yang membuka hubungan kembali dengan Israel belakangan ini.

Siapa sangka negara Sudan ternyata pernah menjadi musuh Israel sejak negara Israel didirikan pada tahun 1948.

Negara ini tercatat menentang segala hubungan dengan Israel dan rencana normalisasi pada 1967.

Ibukota Kharoum, pernah menjadi lokasi pertemuan egara-negara yang tergabung dalam Liga Arab.

Di wilayah tersebut mereka pernah bersumpah, "Tidak ada perdamaian dengan Israel, tidak ada pengakuan kedaulatan Israel, dan tidak ada negosiasi dengannya".

()FOTO: Peserta unjuk rasa di Sudan berkumpul untuk memblokir akses ke jembatan Mansheiya, di atas Sungai Nil Biru, di ibu kota Khartoum pada 23 Oktober 2020, selama demonstrasi menuntut keadilan bagi seorang pria yang tewas dalam demonstrasi menentang krisis ekonomi di negaranya. (EBRAHIM HAMID / AFP)

Baca juga: TERUNGKAP Ini Alasan Noni Mau Nikah dengan Abah Sarna: Ngaku Cinta Mati

Baca juga: Perbaiki Hubungan dengan Israel, Sudan Disebut Tikam Palestina dari Belakang

Sudan juga tercatat gencar melakukan perlawanan terhadap Israel pada 1948 dan 1967.

Negara di Benua Afrika ini juga menyediakan tempat perlindungan bagi gerilyawan Palestina.

Lebih jauh lagi, Sudan pernah diduga menjadi penyalur senjata dari Iran ke militan Palestina di Gaza beberapa tahun lalu, yang mendorong adanya dugaan serangan balik Israel.

Diketahui pula, saat terjadi serangan di Kenya dan Tanzania tahun 1998 oleh pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden tinggal di Sudan.

Sejak saat itu, Sudan disebut menampung bantuan untuk disalurkan ke para militan al-Qaeda dan korban di pihaknya.

Baca juga: Warga Bener Meriah yang Terperosok ke Jurang saat Memancing Ikan Meninggal Dunia  

Baca juga: Bikin Wajah Tirus, Ikuti 7 Cara Mudah Hilangkan Lemak di Wajah Cuma Dalam Waktu Seminggu

()FOTO: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan di Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv pada 27 Juli 2020 setelah naiknya tensi dengan kelompok militan Lebanon, Hezbollah di perbatasan Israel-Lebanon. (Tal SHAHAR / POOL / AFP)

Sehingga Amerika Serikat memasukkan Sudan ke daftar negara-negara pendukung terorisme.

Namun, dinamika politik mengubah segalanya di Sudan.

Penguasa lama Sudan, Omar al-Bashir digulingkan dan diganti oleh dewan sipil-militer.

Pimpinan Sudan yang baru -yang dikuasai militer- memegang kendali atas negaranya.

Inilah yang menghadirkan kebijakan baru, membangun hubungan dengan Israel, agar AS mau mencabut sanksinya.

Sudan dinilai membutuhkan hal ini di tengah krisis ekonomi yang melanda negerinya.

Langkah bekerjasama dengan Israel yang dikeluarkan para pemimpin Sudan ini juga merupakan strategi agar pintu bantuan ekonomi terbuka di negaranya.

Namun, reaksi perjanjian Sudan-Israel beragam.

Baca juga: Trending Twitter, Via Vallen Dikecam Fans Garis Keras K-Pop Dinilai Menjiplak Video Klip Artis Korea

Baca juga: Lihat Ayahnya Kencing, Gadis 8 Tahun Teriak ke Ibunya dan Sebut ‘Usus’ Ayah Masih Menggantung

Sejumlah orang merasa para pemimpin Sudan menyerah atas tawaran Trump.

Orang-orang ini memandang para pemimpin Sudan berada di bawah tekanan dan putus asa lantaran diblokir dari daftar negara yang mendapat bantuan.

Pada Minggu ini, Donald Trump mengatakan Sudan akan dihapuskan dari daftar negara penyumbang terorisme AS setelah AS menerima kompensasi 259 Poundsterling atas serangan terhadap Kedubes AS di Afrika.

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok berterima kasih kepada Trump karena telah mengeluarkan negaranya dari daftar terorisme AS.

Ia mengatakan pemerintah Sudan sedang bekerja "menuju hubungan internasional yang paling baik dalam melayani warganya".

Diwartakan stasiun televisi lokal, pemerintah Sudan mengatakan 'kondisi agresi' akan berakhir.

Kesepakatan kedua negara ini menandai semakin banyaknya negara-negara Arab yang meresmikan hubungan dengan Israel.

Yordania berdamai dengan Israel pada 1994, Mesir pada 1979. Kemudian, Mauritania pada 2009, tapi putus lagi 10 tahun kemudian.

Banyaknya kesepakatan yang dibangun Israel dengan negara-negara Arab ini menuai kecaman dari orang-orang Palestina, yang melihat hal tersebut sebagai pengkhianatan perjuangan mereka.

Berdasarkan catatan sejarah, negara-negara Arab pernah melakukan pembicaraan damai dengan Israel dengan kesepakatan agar Israel menarik diri dari wilayah yang didudukinya sejak 1967.

Dalam kesepakatan juga disebutkan akan ada pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Bermusuhan Sejak 1948, Inilah Alasan Sudan Bangun Perjanjian Damai dengan Israel

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved