Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Prancis Sebut Seruan Boikot Produknya, Pekerjaan Minoritas Radikal

Pemerintah Prancis pada Minggu (25/10/2020) mengatakan seruan untuk memboikot produk Prancis adalah pekerjaan minoritas radikal.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Abdul MAJEED
Para pedagang membakar bendera nasional Prancis selama protes atas komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron atas karikatur Nabi Muhammad, di Peshawar, Pakistan, Senin (26/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Pemerintah Prancis pada Minggu (25/10/2020) mengatakan seruan untuk memboikot produk Prancis adalah pekerjaan minoritas radikal.

Kementerian Luar Negeri Prancis pada Minggu (25/10/2020) malam mengatakan para diplomatnya sedang bergerak untuk memastikan warga Prancis aman di negara-negara tempat boikot diselenggarakan.

Atau di negara-negara dengan seruan kebencian dikeluarkan, lansir AFP, Senin (26/10/2020).

"Di banyak negara di Timur Tengah, seruan untuk memboikot produk Prancis meluas...," kata Kementerian Luar Negeri Prancis.

Dikatakan, secara lebih umum, seruan untuk berdemonstrasi melawan Prancis, dalam istilah yang terkadang penuh kebencian, telah disampaikan di media sosial.

Kementerian Luar Negeri Prancis, menambahkan seruan tersebut telah mengubah sikap negara Eropa terhadap kebebasan berekspresi dan hati nurani.(*)

Baca juga: Uni Eropa Dukung Presiden Prancis, Kutuk Presiden Turki, Terkait Penerbitan Kartun Nabi Muhammad

Baca juga: Umat Islam di Timur Tengah Bersatu, Seruan Boikot Produk Prancis Meluas

Baca juga: Turki Akhirnya Mengecam Pemenggalan Kepala Guru Sejarah Prancis

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved