Internasional
Prancis Sebut Seruan Boikot Produknya, Pekerjaan Minoritas Radikal
Pemerintah Prancis pada Minggu (25/10/2020) mengatakan seruan untuk memboikot produk Prancis adalah pekerjaan minoritas radikal.
SERAMBINEWS.COM, PARIS - Pemerintah Prancis pada Minggu (25/10/2020) mengatakan seruan untuk memboikot produk Prancis adalah pekerjaan minoritas radikal.
Kementerian Luar Negeri Prancis pada Minggu (25/10/2020) malam mengatakan para diplomatnya sedang bergerak untuk memastikan warga Prancis aman di negara-negara tempat boikot diselenggarakan.
Atau di negara-negara dengan seruan kebencian dikeluarkan, lansir AFP, Senin (26/10/2020).
"Di banyak negara di Timur Tengah, seruan untuk memboikot produk Prancis meluas...," kata Kementerian Luar Negeri Prancis.
Dikatakan, secara lebih umum, seruan untuk berdemonstrasi melawan Prancis, dalam istilah yang terkadang penuh kebencian, telah disampaikan di media sosial.
Kementerian Luar Negeri Prancis, menambahkan seruan tersebut telah mengubah sikap negara Eropa terhadap kebebasan berekspresi dan hati nurani.(*)
Baca juga: Uni Eropa Dukung Presiden Prancis, Kutuk Presiden Turki, Terkait Penerbitan Kartun Nabi Muhammad
Baca juga: Umat Islam di Timur Tengah Bersatu, Seruan Boikot Produk Prancis Meluas
Baca juga: Turki Akhirnya Mengecam Pemenggalan Kepala Guru Sejarah Prancis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demonstran-bakar-bendera-prancis-di-pakistan.jpg)