Selasa, 9 Juni 2026

Haba Aneuk

Ancaman Wabah Ganda Akibat Turunnya Cakupan Imunisasi

jika masyarakat saat ini sangat mengharapkan adanya vaksin COVID-19, maka jangan lupakan bahwa kita juga sudah mempunyai vaksin yang terbukti efektif

Tayang:
Editor: IKL
Haba Aneuk | Chaideer Mahyuddin

SERAMBINEWS.COM,- Di Aceh, imunisasi mempunyai tantangan tersendiri bahkan sejak sebelum pandemi COVID-19. Penolakan masyarakat yang berakar dari kurangnya pemahaman, isu mengenai halal haram vaksin, beredarnya berita-berita tidak benar mengenai imunisasi baik di media mainstream maupun media sosial hingga faktor sosial-budaya dan norma di masyarakat mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.

Pandemi COVID-19 berimbas kepada layanan kesehatan ibu dan anak termasuk imunisasi.

Berdasarkan hasil kajian cepat dampak pandemi COVID-19pada layanan imunisasi di bulan April 2020, 84% layanan imunisasi terpengaruh oleh adanya pandemi COVID19, baik di tingkat puskesmas maupun posyandu.

Baca juga: Waspada! Virus Corona juga Menyasar Anak-Anak

Dampak ini terutama terjadi di masa-masa awal kasus COVID-19 muncul di Indonesia, dimana layanan posyandu sempat terhambat.

Selain itu, adanya kekhawatiran masyarakat akan penularan COVID-19 saat datang ke layanan imunisasi juga berpengaruh pada turunnya angka cakupan imunisasi baik di Aceh maupun di tingkat nasional.

Namun demikian, survei lainnya yang dilakukan di bulan Juli 2020, menunjukkan bahwa 78% masyarakat sebenarnya mengetahui bahwa pemerintah tetap menganjurkan agar imunisasi dilakukan di masa pandemi COVID-191. Walaupun demikian, sebagian masyarakat sayangnya masih enggan membawa anak untuk imunisasi.

Di Aceh saja misalnya, terjadi penurunan cakupan imunisasi sebesar 10% pada Juli 2020 jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 20192. Hingga Juli 2020, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh berkisar pada angka 17%3, cukup jauh dari angka 95% yang secara saintifik disyaratkan untuk dapat mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Herd immunity yang belakangan ini gaungnya sering terdengar sebenarnya merupakan konsep dalam program imunisasi, yaitu suatu keadaan dimana ketika jumlah orang yang diimunisasi dalam suatu wilayah jauh lebih banyak (95%) dari orang yang tidak diimunisasi, maka mereka yang tidak diimunisasipun akan ikut mendapatkan perlindungan secara tidak langsung, dikarenakan penularan di kelompok tersebut terhambat oleh banyaknya orang yang sudah terlindungi oleh imunisasi.

Bandingkan dengan situasi saat ini, dimana tidak ada vaksin dan semua orang rentan terhadap infeksi virus COVID-19, maka virus dengan mudah menemukan inang baru (sel tubuh manusia) untuk tempat hidupnya.

Turunnya cakupan imunisasi pada masa ini akan berisiko besar untuk timbulnya wabah ganda, yaitu pandemi COVID-19 dan wabah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti difteri, polio, campak, rubella, dll.

Tentu kita masih ingat Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri yang dialami Aceh tahun 2017, dimana berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh terdapat lebih dari 100 kasus klinis difteri yang mengakibatkan 5 anak meninggal dunia. KLB difteri ini terus berlanjut bahkan hingga tahun 2019 yang menyebabkan 7 anak meninggal akibat difteri.

Masih di tahun 2019, sebanyak 5 kabupaten di Aceh melaporkan adanya KLB campak.

Anak yang terinfeksi campak  berisiko mengalami komplikasi berat seperti radang paru, diare akut, malnutrisi, dan kebutaan.

Selain itu, hampir di seluruh kabupaten/kota telah terdata adanya kasus-kasus Congenital Rubella Syndrome yaitu bayi yang lahir cacat seperti gangguan jantung, katarak, tuli, gangguan mental, dan pengecilan otak, yang diakibatkan oleh tertularnya ibu hamil dengan virus rubella.

Data dan kejadian di atas bukanlah sekadar angka, namun merupakan kenyataan yang diderita oleh anak-anak Aceh hari ini, bahwa mereka terpapar pada risiko penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved