Breaking News:

Berita Aceh Barat

Hasil Tangkapan Disita Jika Nelayan Nekat Melaut Dalam Masa Tiga Hari Paska Kenduri Laot

Nelayan di kawasan Lhok Suak Seumaseh Aceh Barat menerapkan sanksi hukum adat yang pantang melaut selama tiga hari paska kenduri laut.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Amiruddin, Panglima Laot Aceh Barat 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Para nelayan khususnya di kawasan Lhok Suak Seumaseh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat menerapkan sanksi hukum adat yang pantang melaut selama tiga hari paska kenduri laut.

Jika dalam tiga hari paska kenduri laut ada nelayan yang melaut, maka saat pulang melaut semua hasil tangkapan akan disita oleh nelayan lainnya dibawah kendali Panglima Laot Lhok Suak Seumaseh, dan menyandera boat tersebut selama 7 hari.

Panglima Laot  Aceh Barat, Amiruddin kepada Serambi, Kamis (29/10/2020) mengatakan, adat laut yang diberlakukan di Lhok Suak Seumaseh sudah menjadi tradisi hukum adat selama ini. sehingga para nelayan harus mematuhi aturan tersebut untuk tidak melaut selama tiga hari paska kenduri laut.

Disebutkan, hal itu dilakukan untuk menjaga tradisi hukum adat dan menjaga kelestarian laut, ketentuan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Adat Laot Lhok Suak Seumaseh di daerah yang membawahi Desa Suak Seumaseh, Suak Pante Breuh dan Suak Pandan.

Sanksi adat di daerah tersebut juga mengikuti hukum ada laut yang ditentukan oleh provinsi yang ditetapkan secara umum, sementara sementara sanksi adat di daerah tersebut juga sudah lama berlaku sejak dahulu kala. Sehingga semua nelayan tetap wajib menaati aturan tersebut, dan selama ini para nelayan di daerah Lhok Suak Seumaseh patuh terhadap aturan itu.

“Kenduri Laut itu dilakukan 1 kali setiap tahun, dengan berdoa kepada Allah, semoga ada keberkatan rizki yang luas, dan selama tiga hari paksa kenduri tidak dibolehkan untuk melaut,” ungkap Amiruddin.

Sementara setiap hari Jumat itu semua nelayan di daerah lhok masing-masing tidak melaut, termasuk pada peringatan hari-hari besar Islam.

“Jika ada nelayan yang nekat melaut dalam tiga hari sejak paska kenduri, maka nelayan tersebut akan diberi sanksi tegas, menyita semua hasil tangkapan dan menyandera boat selama 7 hari, sehingga selam itu nelayan tersebut tidak bisa melaut,” kata Amiruddin.(*)

Baca juga: Dua Nelayan yang Hilang Belum Ditemukan, Boat Korban Ditemukan dalam Kondisi Hancur

Baca juga: Topan Molave Hantam Vietnam, Dua Orang Tewas dan 26 Nelayan Hilang

Baca juga: VIDEO - Viral Video Anaconda Melilit Erat Tubuh Buaya, Nelayan yang Sedang Memancing Kaget

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved