Jumat, 17 April 2026

Internasional

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, Muslim Berhak Membunuh Orang Prancis, Twitter Hapus Postingan

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, Kamis (29/10/2020) mentweet bahwa Muslim memiliki hak untuk membunuh jutaan orang Prancis.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad 

"Boikot tidak dapat mengkompensasi kesalahan yang dilakukan oleh Prancis selama ini," urainya.

Dia tidak merujuk langsung ke serangan Nice.

Baca juga: Kanselir Jerman Terguncang Dengan Pembunuhan Mengerikan di Prancis

Komentarnya memicu kecaman luas, dengan pengguna media sosial menyebut keterlaluan dan tercela.

Twitter awalnya menandai tweetnya tentang membunuh jutaan orang Prancis sebagai "memuliakan kekerasan, tetapi tidak menghapusnya.

Namun, tak lama kemudian, tweet tersebut dihapus seluruhnya.

Pemenggalan kepala guru Samuel Paty, mendorong Macron menjanjikan tindakan keras terhadap Islam radikal.

Tetapi langkah tersebut telah mengobarkan ketegangan, dengan protes terhadap Prancis meletus di beberapa negara Muslim, dan beberapa mendesak pemboikotan barang-barang Prancis.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved