Ibu Muda Diperkosa
Haji Uma Kunjungi Ibu Muda Korban Pemerkosaan di Aceh Timur
Dn adalah korban pemerkosaan yang anaknya Rangga (9) dibunuh pemerkosa itu saat kejadian tragis Sabtu (10/10/2020) jelang Subuh.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Dn adalah korban pemerkosaan yang anaknya Rangga (9) dibunuh pemerkosa itu saat kejadian tragis Sabtu (10/10/2020) jelang Subuh.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau lebih dikenal Haji Uma mengunjungi rumah ibu muda berinisial Dn (28), Jumat (30/10/2020) sore.
Rumah ini di salah satu gampong dalam Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Dn adalah korban pemerkosaan yang anaknya Rangga (9) dibunuh pemerkosa itu saat kejadian tragis Sabtu (10/10/2020) jelang Subuh.
Sedangkan suami korban berinisial Ay saat itu tak berada di rumah karena sedang mencari ikan ke luar rumah.
Rumah yang ditempati keluarga kecil ini saat kasus tersebut di pertengahan kebn sawit warga yang jauh dari permukiman penduduk lainnya.

Baca juga: Jadwal Siaran Bola Akhir Pekan - Laga Big Match di Old Trafford Manchester United Vs Arsenal
Baca juga: Bupati Rocky Apresiasi Warkop Patuhi Protokol Kesehatan
Baca juga: Begini 4 Tips yang Bisa Dilakukan Orangtua untuk Ajarkan Si Kecil Mandiri
Sedangkan pelaku Samsul juga sudah meninggal di sel Mapolres Langsa beberapa hari setelah kejadian ini karena sakit.
Kemarin, kehadiran Haji Uma selain melayat, juga sebagai bentuk simpati dan empatinya kepada keluarga korban serta menyerahkan santunan uang tunai untuk keluarga korban.
“Pada hari ini saya baru bisa menyepatkan diri ke rumah keluarga korban menyampaikan rasa turut berduka cita dan berdoa.
Saya mendoakan agar almarhum Rangga yang menjadi korban pembunuhan demi menyelamatkan ibunya meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan ditempatkan Allah SWT di tempat yang terbaik.
Semoga ayahanda dan seluruh keluarga almarhum diberikan kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT,” kata Haji Uma
Lanjutnya, musibah yang terjadi kepada keluarga korban tentunya menyisahkan luka yang mendalam, terlebih lagi kepergian anak sulung korban, Rangga.
“Yang sabar ya, saya selaku anggota DPD RI sangat merasa sedih dan terpukul atas kejadian ini.
Batin saya sangat terluka atas kejadian ini,” kata Haji Uma saat berbincang dengan suami korban serta istrinya sembari memberikan dukungan moril kepada mereka.
Haji Uma berharap dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah dan kementerian terkait harus hati-hati dalam memberikan remisi kepada narapidana apalagi kepada residivis.
“Diketahui pelaku adalah residivis pembunuhan yang mendapatkan remisi pada saat covid-19 kemarin,” ungkap Haji Uma.
“Kita harap ke depan kepada pemangku kebijakan atau pegawai lapas harus mengevaluasi betul-betul secara matang dan komperehensif agar tidak salah dalam memberikan remisi kepada residivis serta harus melihat rekam jejaknya terlebih dahulu,” harap Haji Uma.
Baca juga: Lionel Messi Pernah Sarangkan Gol Hantu Bikin Barcelona Menderita

Pemkab Aceh Timur Bangun Rumah
Seperti diketahui, kasus ini mengundang simpati dari berbagai pihak kepada korban.
Salah satunya Pemkab Aceh Timur yang saat ini melalui rekanan sedang membangun satu rumah bantuan di salah satu desa dalam Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Rumah ini akan diserahkan kepada Dn (28), ibu muda korban pemerkosaan yang anak lelakinya Rangga dibunuh pemerkosa itu saat kejadian itu beberapa waktu yang lalu.
Pasalnya, rumah ibu muda ini saat peristiwa tragis jelang Subuh tersebut kurang layak huni dan berada di tengah kebun sawit yang jauh dari permukiman warga.
Sedangkan saat kejadian, suaminya Ay sedang tak berada di rumah karena sedang mencari ikan. Adapun pemerkosa tersebut, Samsul sudah meninggal di sel Mapolres Langsa beberapa hari setelah kejadian ini.
Keuchik desa setempat, Adi Saputra, kepada Serambinews.com, Jumat (30/10/2020), mengatakan pembangunan rumah itu sudah dimulai sejak sepekan terakhir ini dan kini sudah mulai pemasangan bata.
"Rumah untuk keluarga korban Dn sudah mulai dibangun sejak seminggu lalu, saat ini pihak yang membangunnya sudah melakukan tahapan pamasangan bata," ujar Keuchik.
Dia menambahkan, pembangunan rumah tipe 36 meter persegi yang akan ditempati korban dan suaminya Ay itu dibantu Pemkab Aceh Timur.
Kemungkinan dalam waktu dekat ini rumah bagi keluarga korban Dn tersebut akan rampung dikerjakan pihak rekanan dan bisa langsung mereka tempati.
Setelah Dn keluar dari rumah sakit, jelas Keuchik, korban Dn dan suaminya Ay tinggal sementara di rumah kontrakan yang disewa pihak desa daerah tersebut.
Sebelumnya, Wabup Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, melayat ke rumah korban pembunuhan dan pemerkosaan di salah satu desa di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Rabu (14/10/2020).
Dalam kesempatan itu Wabup Aceh Timur didampingi oleh Kepala BPBD Ashadi SE, anggota DPRK Fraksi PA, dan sejumlah pejabat Pemkab setempat lainnya.
Selain menyerahkan langsung bantuan kepada korban, saat itu Wabup Aceh Timur ini berjanji kepada korban akan membantu pembangunan rumah bagi keluarga korban.
Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Elfiandi, yang dihubungi Serambinews.com via telepon, mengatakan rumah bantuan untuk keluarga Dn sudah mulai dibangun pihak rekanan yang ditunjuk.
Rumah bantuan itu diperintahkan oleh Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, agar segera dikerjakan dan cepat rampung dalam waktu dekat, supaya bisa langsung ditempati oleh keluarga Dn.
"Sekarang rekanan sedang melakukan proses pembangunan rumahnya, mungkin dalam waktu dekat akan rampung dikerjakan," tutup Kadisos Aceh Timur itu.
Dilaporkan sebelumnya, Kondisi luka di tangan Dn (28), ibu muda korban rudapaksa itu kini mulai membaik.
Korban Dn juga sudah bisa diajak untuk berkomunikasi. Luka di tangan kanannya sudah tidak diperban.
Setiap hari Sabtu, dokter mengarahkan korban datang ke RS Cut Meutia Langsa untuk dicek lukanya itu.
"Alhamdulillah, sekarang kondisi saya sudah agak membaik, luka saya juga udah tak diperban," ujar korban Dn, saat dihubungi Serambinews.com, Rabu (28/10/2010) melalui nomor telepon suaminya Ay.
Waktu itu, Serambinews.com hendak berkomunikasi dengan Ay, namun handphone Ay ternyata langsung diangkat oleh korban Dn, sedangkan suaminya Ay sedang tidak sehat (sakit).
"Maaf pak, abang sedang tidur, dia lagi kurang sehat (sakit)," sebut Dn. Saat ini mereka tinggal sementara di rumah yang disewa keuchik setempat.
Posisi rumah mereka tinggali itu tidak jauh dari rumah abang iparnya, Marzuki, di daerah selama ini mereka tinggal, di Kecamatan Birem Bayeun.
"Kami tidak tinggal lagi di rumah lama, sekarang kami tinggal di rumah yang disewa Pak Keuchik dekat lapangan bola," kata korban.
Menurut korban, rumah mereka sekarang sedang dibangun oleh pihak Aceh Timur, yang posisinya di belakang rumah abang ipar (abang kandung suaminya Ay).
"Tanah rumah dibangun Pemkab Aceh Timur dibeli sama Pak Muzakir. Saat ini rumah sedang dibangun, nanti kami akan tinggal di sana," kata korban Dn.
Korban juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang telah mendoakan kesembuhannya, termasuk telah memberikan segala bantuan selama ini kepada mereka.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah membantu dan mendoakan saya selama ini," tutup korban. (*)