Senin, 13 April 2026

Berita Banda Aceh

Presiden Prancis Hina Islam dan Nabi Muhamamd, MIUMI Aceh Sebut Macron Radikal & Teroris Sebenarnya

Gelombang protes dan pengecaman terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron terus mengalir setelah ia menghina Islam dan merendahkan derajat Nabi...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh, Ustaz Dr Muhammad Yusran Hadi Lc MA. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gelombang protes dan pengecaman terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron terus mengalir setelah ia menghina Islam dan merendahkan derajat Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan berekspresi.

Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh, Ustadz Dr Muhammad Yusran Hadi Lc MA kepada Serambinews.com, Sabtu (31/10/2020) mengatakan pernyataan Macron telah membuat kegaduhan dan kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

“Saya mengecam penghinaan Macron dan orang-orang sejenisnya terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam. Ini perbuatan jahat dan tidak bermoral. Inilah radikal dan teroris yang sebenarnya,” kata Ustaz Yusran.

Perilaku Macron dan orang-orangnya, kata Ustaz Yusran, menunjukkan karakter asli mereka yang Islamphobia (membenci Islam).

“Ini sangat berbahaya, karena bisa membahayakan kerukunan kehidupan antar umat beragama dan menciptakan konflik umat manusia. Terlebih lagi memprovokasi orang-orang Barat khususnya Perancis untuk bersikap Islamphobia,” ujarnya.

Baca juga: DPRK Dukung Langkah Persuasif Satpol PP untuk Wujudkan Banda Aceh Bebas Dari Gepeng

Baca juga: Arus Wisatawan ke Sabang Meningkat, Pelayaran Bertambah Menjadi Tujuh Trip

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Bener Meriah Capai 136 Orang, Sembuh 84 Orang, Meninggal 7 Orang

Penghinaan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron dan orang-orangnya terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam merupakan kejahatan penistaan agama yang tidak bisa ditolerir oleh siapapun manusia yang masih punya hati nurani, terlebih lagi umat Islam.

“Apapun alasannya, penghinaan mereka ini tidak bisa dibenarkan, baik secara logika maupun hukum. Macron harus meminta maaf kepada umat Islam dan menarik ucapannya,” tegas Ustaz Yusran yang juga Ketua Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) Provinsi Aceh ini.

Ia mengatakan, setiap muslim pasti marah dan benci apabila ada orang yang menghina Nabi Muhammad SAW. Imannya kepada Rasulullah SAW pasti "mengetuk" dan "memanggil" dirinya untuk membela Rasulullah SAW dengan segala cara sesuai kemampuannya karena kecintaannya kepada Rasul SAW.

“Ini bukti dan konsekuensi iman seseorang. Inilah seorang muslim yang benar dan beriman. Jika seseorang mengaku dirinya muslim, namun dia tidak marah dan tidak pula membenci penghina Rasulullah SAW, maka patut diragukan dan dipertanyakan keislamannya. Apalagi sampai membelanya. Ini jelas perilaku orang munafik,” ungkap dia.

Dr Muhammad Yusran Hadi menambahkan penghinaan yang dilakukan Macron dan orang-orangnya dengan alasan kekebasan berekspresi itu tidak tepat. Tindakan Ini justru bertentangan dengan HAM berupa toleransi dan kekebasan kehidupan beragama yang selalu digaungkan oleh negara-negara barat.

Baca juga: Satpol PP dan WH Aceh Besar Razia Obyek Wisata Ujong Batee, 27 Pelanggar Syariat & Protkes Terjaring

Baca juga: Kabar Kiwil Nikah Lagi, Istri Pertama Buka Suara, Begini Penuturannya

Baca juga: Tabrak Sedan, Mobil Box Terbalik, Begini Nasib Kedua Sopir, 1 Luka Ringan & 1 Lagi Melarikan Diri

“Sikap Islamphobia dan liberal yang diperlihatkan Macron dan orang-orang sejenisnya justru menunjukkan anti agama dan atheis. Sama seperti komunis,” tambah Ustaz Yusran yang juga Anggota Majelis Pakar Parmusi Aceh, dan Anggota Ikatan Ulama & Da'i Asia Tenggara.

Islam, tegas Ustaz Yusran, bukan agama radikal dan teroris. Sikap Islamphobia Macron tidak mengurangi sedikitpun kemuliaan dan keagungan Islam. Justru sebaliknya menambah kemuliaan Islam dan menimbulkan simpati orang-orang kafir kepada Islam.

“Yang radikal dan teroris itu Macron dan orang-orang sejenisnya. Islam itu agama yang damai dan rahmatan lil a'lamin (kasih sayang bagi seluruh penghuni dunia). Islam mengajarkan akhlak yang mulia, perdamaian dan kasih sayang,” terasnya.

Ia menyerukan kepada umat Islam untuk bersatu membela Nabi Muhammad SAW dan agama dengan mengecam dan menentang Macron dan orang-orangnya melalui media-media, aksi demo dan lainnya, selain memboikot produk Prancis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved