Selasa, 14 April 2026

Berita Lhokseumawe

Politeknik Negeri Lhokseumawe Siapkan Kurikulum Berbasis Industri, Ini Tujuannya

Kurikulum itu untuk Program Sarjana Terapan (Diploma IV) Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi (TRPE).

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Politeknik Negeri Lhokseumawe
Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi menyampaikan sambutan saat pemutakhiran kurikulum berbasis industri di kampus setempat. 

Kurikulum itu untuk Program Sarjana Terapan (Diploma IV) Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi (TRPE). 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mulai merampungkan draf pengembangan kurikulum berbasis industri. 

Kurikulum itu untuk Program Sarjana Terapan (Diploma IV) Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi (TRPE). 

Hal itu dilakukan kampus tersebut untuk mempersiapkan lulusan agar sesuai kebutuhan dunia industri atau dunia kerja.

Pemutakhiran kurikulum berbasis industri tersebut dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) di kampus tersebut baru-baru ini. 

Kegiatan tersebut diikuti 20 dosen dari Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi dan Kepala Program Studi di lingkungan kampus tersebut.

Baca juga: Rapim DPA PA Hasilkan 22 Rekomendasi, PA Tetapkan Muzakir Manaf Sebagai Calon Gubernur Aceh 2022

Baca juga: Dokter Ini Tertipu Membeli Lampu Aladdin Rp 4,8 Miliar, Gara-gara Tergiur Jadi Kaya Raya

Baca juga: VIDEO Polisi Beri Tendangan Kungfu Pada Pencuri Sepeda Motor Saat Berusaha Melarikan Diri

Sedangkan narasumber antara lain, Sayed Mahfud, Ahmadi dan Muhammad Afdali dari PT Pertamina Hulu Energi NSB dan NSO. 

Kemudian Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Dedy Haryadi Hasan, Manager Pembangkit PLN UP3 Lhokseumawe Zulkhairina.

Selanjutnya dari PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Bisnis Jasa Operation & Maintenance Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PT PJB UBJOM PLTMG) Arun Armiya.

Selanjutnya perwakilan PT Hubei Electric Power System Engineering Construction PT (HEPSEC) dan PT Cahaya Arie Abadi (CAA). 

“Kegiatan ini bentuk kemitraan atau link and match antara PNL dengan Industri dunia usaha dan kera (Iduka).

Tujuan untuk menerima saran dan masukan dalam rangka pemutakhiran kurikulum berbasis industri,” ujar Direktur PNL Rizal Syahyadi, dalam siaran kepada Serambinews.com, Minggu (2/11/20200). 

Dengan demikian kata Rizal, kurikulum di Prodi TRPE benar-benar sejalan dengan kebutuhan industri saat ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved