Breaking News:

Serang Balik Presiden Prancis, Khabib Nurmagomedov: Semoga Yang Mahakuasa Mempermalukan Mereka

Khabib Nurmagomedov memang terkenal sebagai seorang petarung UFC yang sangat hebat karena memiliki rekor tak terkalahkan (29-0).

Muhammad Martin Abdurrahman/Istimewa
Khabib Nurmagomedov berada di depan Kakbah, Kompleks Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, November 2018. 

SERAMBINEWS.COM - Juara tak terbantahkan UFC, Khabib Nurmagomedov ikut membela agama Islam yang sudah diserang oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Khabib Nurmagomedov memang terkenal sebagai seorang petarung UFC yang sangat hebat karena memiliki rekor tak terkalahkan (29-0).

Di samping itu, Khabib Nurmagomedov juga dikenal sebagai sosok yang sangat menyayangi kedua orang tuanya dan juga pemeluk agama Islam yang religius.

Oleh karena itu, ketika agama Islam mendapat sentimen buruk dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Khabib tak bisa berdiam diri begitu saja.

Seperti yang diketahui, selama beberapa minggu terakhir ini Prancis diklaim Emmanuel Macron telah mengalami berbagai serangan teroristik.

Pada tanggal 22 Oktober, seorang guru sekolah Conflans, dekat Paris, dipenggal kepalanya usai menunjukan beberapa kartun yang diklaimnya sebagai gambar Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Sepekan kemudian, tiga orang ditikam hingga tewas di Nice pada Kamis oleh seorang pria Tunisia yang tiba di kota Perancis selatan pada Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Mantan Pelatih Barcelona: Lionel Messi Sangat Sulit Diatur

Baca juga: Persiapan Pelantikan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh Hanya Dua Hari, Begini Tanggapan Sekwan

Baca juga: Gempa Turki: Tim Penyelamat Menangis Saat Tarik Dua Gadis Muda dari Bawah Reruntuhan Bangunan

Emmanuel Macron sebagai Presiden Prancis mencoba meredam isu tersebut dengan mencoba menjembatani antara umat muslim dan non-muslim supaya tetap damai.

"Saya memahami sentimen yang diungkapkan dan saya menghormatinya, tetapi anda harus memahami peran saya, mempromosikan ketenangan dan juga untuk melindungi hak-hak ini," kata Macron mengacu pada kebebasan berekspresi mereka yang membuat kartun.

"Saat ini di dunia ada orang yang memutarbalikkan Islam dan atas nama agama ini yang mereka klaim untuk dibela, ada kekerasan yang dilakukan oleh beberapa gerakan ekstremis dan individu atas nama Islam," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Imran Thayib
Sumber: BolaStylo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved