Berita Pidie Jaya
187 Bides di Pidie Jaya Pantau Kesehatan Warga Program Gencar Covid-19
Sebanyak 187 Bidan Desa (Bides) di delapan kecamatan di Pidie Jaya (Pijay) terhitung 1 sampai 10 November 2020 melakukan pemantauan penerapan...
Penulis: Idris Ismail | Editor: Jalimin
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Sebanyak 187 Bidan Desa (Bides) di delapan kecamatan di Pidie Jaya (Pijay) terhitung 1 sampai 10 November 2020 melakukan pemantauan penerapan program Gerakan Tenaga Kesehatan Cegah (Nakes) Cegah Covid-19 atau gencar sebagai langkah untuk mendeksi warga dari pengaruh virus Corona ditingjat paliang dasar atau gampong-gampong.
Plt Kepala Dinas Keaehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Pijay, Eddy Azwar SKM MKes kepada Serambinews.com, Selasa (3/11/2020) mengatakan, pelibata sebanyak 187 Bides yang menaungi di 12 Puskesmaa dalam delapan kecamatan di Pijay ini selama 10 hari (1 sampaib10 November) sebagai masa isolasi mandiri guna melakukan pengkajian data kesehatan masyarakat terhadap gelaja penyakit terhadap kriteria virus Covid-19.
"Para Bides yang ditugaskan melakukan pemantauan terhadap warga di setiap gampong yang memiliki bergejala Infeksi Saluran Pernafasan ( ISPA) gejala batuk serta beberapa jenis penyakit lainnya yang mengarah ke Covid-19 untuk dapat dijadikan laporan secara berantai yang duteruskan ke Puskesnas dan juga laporan ini oleh Puskesmas di teruskan ke Dinkes KB," ujarnya.
Menurut Juru Bicara (Jubir) tim gugus tugas kabupaten Pijay itu bahwa dengan dasar laporan data ini pihak Dinas bersama tim (Gugus Tugas Covid-19) dapat segera melakukan tindakan penaganan kepada masyarakat agar penyerbaran virus ini dapat ditekan sedini mungkin guna memutuskan mata rantai ditengah masyarakat.
Mungkin selama ini kurang terdeteksi sehingga dengan adanya langkah pelibatan 186 Bides di garda terdepan di tingkat paling bawah atau gampong-gampong supaya dapat mereka secara terperinci warga yang mengalamai gejala yang mengarah pada virus tersebut
Pada intinya para Bides yang diterjunkan kelapangan dapat membuat laporan saban hari pada setiap pukuk 15.00 WIB dan meneruskan ke Puskesmas pada setiap pukul 16.00 WIB serta diteruskan ke Dinas selang satu jam kemudian atau persisnya pada setiap pukul 17.00 WIB.
"Intinya semua laporan ini menjadi referensi kuat Dinas guna disampaikan ke Dinkes Provinsi Aceh," jelasnya.(*)
Baca juga: Viral Kisah Kocak Kucing Sudah Tiga hari Hilang, Begitu Pulang Malah Bawa Catatan Utang
Baca juga: Dinas Kominfo Abdya Dibentuk, Sekretariat Korpri Dihapus dan RSUTP Jadi UPTD di Bawah Dinkes
Baca juga: Orang Terkaya India Kehilangan Harta Rp 99 Triliun Lebih, Turun ke Posisi 9 Orang Terkaya di Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bidan-desa-di-pidie-jaya-diampingi-personel-tni-melakukan-tes-suhu-tubuh.jpg)