Kamis, 4 Juni 2026

Info Haji Aceh

Raudhah: Taman Surga yang Mengundang Rindu di Kota Madinah

Madinah Al-Munawwarah merupakan kota yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Di kota inilah Rasulullah SAW...

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
AZHARI - Drs H Azhari, M.Si, Tim Koordinasi Penyelenggaraan Haji dan Kakanwil Kemenag Aceh. 

Oleh: 
Drs H Azhari, M.Si
(Tim Koordinasi Penyelenggaraan Haji dan Kakanwil Kemenag Aceh)

SERAMBINEWS.COM - Madinah Al-Munawwarah merupakan kota yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Di kota inilah Rasulullah SAW membangun fondasi masyarakat Islam, menyebarkan risalah tauhid, serta menanamkan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi teladan sepanjang zaman. 

Kota ini pula yang menjadi tujuan hijrah Rasulullah SAW dan memperoleh doa keberkahan langsung dari Baginda Nabi. Karena itu, bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, Madinah bukan sekadar kota tujuan ziarah, melainkan kota yang selalu menghadirkan kerinduan.

Dua hari lalu, setelah menyelesaikan serangkaian tugas dan aktivitas di Makkah, saya bersama tim koordinasi haji tiba di Madinah

Banyak perubahan yang tampak dibandingkan saat saya berziarah beberapa tahun lalu. 

Infrastruktur kota semakin modern, layanan jamaah semakin tertata, dan kawasan sekitar Masjid Nabawi terlihat lebih luas, indah, serta nyaman. 

Bahkan, kini tersedia berbagai layanan informasi dalam beragam bahasa, termasuk bahasa Indonesia, yang semakin memudahkan jamaah tanah air. 

Namun, di tengah berbagai perubahan tersebut, Madinah tetap mempertahankan sesuatu yang tidak tergantikan yaitu keteduhan, ketenangan, dan suasana spiritual yang begitu menenangkan hati.

Bagi jamaah haji Indonesia, termasuk jamaah asal Aceh yang tergabung dalam gelombang kedua, Madinah menjadi tujuan setelah seluruh rangkaian ibadah haji di Makkah selesai dilaksanakan. 

Selama berada di kota suci ini, para jamaah mengisi hari-harinya dengan berbagai aktivitas ibadah dan ziarah, seperti melaksanakan salat di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Rasulullah SAW, mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud, serta berbagai situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan dakwah Islam.

Di antara sekian banyak tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual di Madinah, Raudhah menjadi salah satu tujuan yang paling dirindukan jamaah. 

Tidak berlebihan jika Raudhah disebut sebagai magnet spiritual Kota Nabi. Tempat yang berada di antara rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi lokasi makam beliau bersama dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA &  Umar bin Khattab RA) dan mimbar tempat beliau menyampaikan khutbah ini memiliki keutamaan yang sangat istimewa.

Seiring meningkatnya jumlah jamaah yang datang ke Madinah setiap tahun, akses menuju Raudhah kini diatur melalui sistem tasreh atau izin resmi yang dikelola oleh otoritas Arab Saudi. 

Bagi jamaah haji Indonesia, proses pengurusan izin tersebut dikoordinasikan oleh Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah dan juga disarankan melalui aplikasi nusuk. 

Kehadiran sistem ini menjadikan kunjungan ke Raudhah lebih tertib, aman, dan nyaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved