Minggu, 19 April 2026

Berita Aceh Tenggara

Jalan Nasional Aceh Tenggara-Sumut Langganan Banjir Genangan, Ini Penyebabnya

Bulan November hingga Desember ke depan, intensitas hujan akan tinggi dan membuat jalan nasional ini sulit dilintasi akibat banjir genangan.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Anggota DPR RI Dapil Aceh I, M Salim Fakhri SE MSi. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Jalan Nasional batas Gayo Lues - Aceh Tenggara batas Sumatera Utara (Sumut), menjadi langganan genangan banjir di sejumlah titik di Aceh Tenggara.

Kondisi jalan setiap musim hujan tergenang seperti "kolam" sehingga menyulitkan kenderaan melintas.

"Saya minta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh agar lebih peduli dan memperhatikan kondisi jalan Nasional Gayo Lues batas Agara- Sumut," ujar M Salim Fakhri SE MSi, Anggota DPR RI Dapil Aceh I asal Aceh Tenggara kepada Serambinews.com, Jumat (6/11/2020).

Disebutkan Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara ini, jalan nasional yang menjadi langganan tergenang di kawasan Tanah Merah, Kota Kutacane, Komplek Pelajar Babussalam, Terutung Megare, Biakmuli, Kuning I, Kutacane Lama, dan daerah lainnya.

Seharusnya, pihak BPJN  Aceh membuat gorong atau lubang penyedot air di jalan Nasional Agara- Sumut.

Menurut M Salim Fakhri SE MSi,  selama ini setiap musim penghujan khususnya pada setiap tahun di  bulan November hingga Desember 2020 ke depan intensitas hujan deras dan ini menjadikan jalan Nasional tergenang seperti kolam renang. 

Kondisi jalan tergenang, karena tidak tersedianya saluran pembuangan atau parit di sejumlah titik, sehingga setiap musim penghujan jalan tergenang,bahkan kalau hujan terus-terusan juga dapat mengancam pemukiman penduduk menjadi tergenang.

"Saya minta BPJN Aceh perhatian kondisi Jalan Nasional Agara -Sumut," ujar Salim Fakhri SE MSi mantan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar yang kini di Komisi IV DPR RI.

Ditambah Salim Fakhri SE MSi, akibat saluran parit yang tidak tersedia di lintasan Jalan Nasional juga berimbas terhadap lahan pertanian masyarakat, karena air bukan mengalir ke parit tetapi ke perkebunan warga dan pemukiman penduduk.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.8 BPJN Aceh, T Fadrial Mahfud ST MT, kepada Serambinews.com, mengatakan, jalan Nasional di daerah itu tergenang akibat saluran parit tersumbat karena hujan deras membawa sedimen-sedimen ke parit seperti di Desa Terutung Megare persisnya dekat kuburan tergenang karena tersumbat akibat sampah dan mereka telah membuat lubang diperbesar agar air cepat mengalir.

Menurut dia, untuk mengatasi genangan air di jalan Nasional Agara perlu memang kerjasama lintas sektoral seperti pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) I Aceh, BPJN Aceh, Pemkab dan masyarakat agar tidak membuang sampah ke parit.

Karena setiap hujan deras air melalui alur-alur kecil yang bersumber dari Sungai Kali Bulan maupun Sungai Alas meluap dan ini yang menjadi wilayah kerja BWSS I Aceh bagaimana mengatasi air tersebut yang mengalir ke jalan raya.(*)

Baca juga: Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah  

Baca juga: Truk Muatan Jagung Terjebak di Jalan Rusak Lintas Peureulak-Lokop  

Baca juga: Polres Nagan Raya Rampungkan Berkas Kasus Perampokan Tauke Sawit, Seorang Tersangka DPO

Baca juga: Viral Pasutri Dapat Bantuan Bedah Rumah Malah Berujung Cerai, Sebabnya Tak Punya Uang Bayar Tukang

Baca juga: Presiden Prancis Perketat Perbatasan, Seusai Serangan di Prancis dan Austria

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved