Mendagri: Harus Kompak Bangun Aceh
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Pol (Purn) Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian MA PhD, atas nama Presiden RI
Dengan bermusyawarah, sambung Dahlan, pemerintah akan mampu memikul amanah yang dititipkan oleh rakyat Aceh. "Seperti nasihat indatu kita, meunyo ka pakat, lampoh jrat ta peugala. Meunyo hana pakat, pade lam blang diba le ie raya (kalau sudah sepakat, tanah kuburan bisa digadaikan, Kalau tidak sepakat, padi di sawah bisa dibawa banjir)," jelas politikus Partai Aceh (PA) tersebut bertamsil.
Pada kesempatan itu, Dahlan juga menyampaikan beberapa persoalan Aceh kepada Mendagri. Seperti belum maksimalnya pelaksanaan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang kini sudah berumur 14 tahun. Hal itu terjadi karena dalam implementasinya masih banyak tumpang tindih dengan peraturan perundang-undangan tingkat nasional.
Dahlan juga meminta dukungan kepada Mendagri agar Pilkada Aceh tetap dilaksanakan pada tahun 2022 seperti diatur dalam Pasal 65 UUPA yang menyebutkan pemilihan kepala daerah dilaksanakan setiap lima sekali.
"Terkait dana otonomi khusus yang akan berakhir pada 2027 mendatang, kami mengharapkan kepada Pemerintah Pusat agar dana tersebut dapat diperpanjang. Dana itu sangat dibutuhkan oleh Aceh terutama untuk pembangunan, pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan," demikian Ketua DPRA, Dahlan.
Seusai dilantik sebagai Gubernur Aceh Sisa Masa Jabatan 2017-2022, Ir Nova Iriansyah MT, berjanji untuk melanjutkan berbagai program pembangunan Aceh dalam dua tahun ke depan, termasuk menyelesaikan visi dan misi yang sebelumnya dicanangkan bersama Irwandi Yusuf saat Pilkada 2017 lalu.
"Jika sebelumnya saya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, maka mulai hari ini (kemarin-red) saya resmi disumpah dan dilantik sebagai Gubernur Aceh sesuai peraturan perundang-undangan. Tentu saja, tanggung jawab akan semakin besar dan Insya Allah akan saya menjaga amanah ini dengan baik," janjiya.
Pada kesempatan itu, Nova juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi aktif semua elemen masyarakat Aceh. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Nova juga meminta dukungan dari ulama, unsur forkopimda, legislatif, partai politik, LSM, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Sebab, menurutnya, mencapai tujuan seperti yang terkandung dalam visi dan misi 'Aceh Hebat' tidak akan sulit bila dilakukan dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat Aceh. "Insya Allah, dalam memegang amanah kendali Pemerintahan Aceh ke depan, kami akan terus belajar dari kekurangan masa lalu, serta memetik pelajaran dari keberhasilan yang pernah ada untuk dilanjutkan dan ditingkatkan," ujar dia.
Dalam sambutannya, Nova juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada drh Irwandi Yusuf MSc, yang disebutnya sebagai gubernur senior. Sebab, dengan kerja kerasnya selama memimpin Pemerintah Aceh, dapat melanjutkan pembangunan yang bermartabat dan merawat perdamaian yang berkelanjutan di Aceh.
Ia juga berterima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRA yang sudah memfasilitasi pelantikan tersebut. "Saya berharap ke depan akan terus mendapat dukungan dari pihak legislatif dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik seperti yang kita cita-citakan bersama," ungkap Nova.
Rasa terima kasih juga disampaikan Nova Iriansyah kepada seluruh rakyat Aceh yang sudah memberi kepercayaan kepada dirinya untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur Aceh Sisa Masa Jabatan 2017-2022. Dengan dukungan masyarakat, Nova yakin akan mampu mengemban amanah untuk membangun Aceh menjadi lebih baik, lebih sejahtera, lebih adil, dan lebih bermartabat, dengan cahaya Islam yang memberi rahmat bagi semuanya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Nova mengajak semua pihak agar bahu-membahu menjaga kondusifitas pembangunan untuk mencapai perdamaian berkelanjutan di Aceh dan mengelola perbedaan politik dengan menyingkirkan kepentingan kelompok demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh.
"Tentu saja, menghadirkan kesejahteraan hanya bisa diwujudkan dengan dukungan dan partisipasi seluruh rakyat Aceh. Tanpa rakyat, para pemimpin bukanlah siapa-siapa," tutup Nova Iriansyah. (mas/dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mendagri-lanti-nova-sebagai-gubernur-aceh.jpg)