Internasional

Prancis Siaga Tinggi Flu Burung, Usai Siaga Tertinggi Serangan Teroris

Pemerintah Prancis memberlakukan siaga tinggi di beberapa wilayah terhadap serangan flu burung setelah kasus penyakit itu dilaporkan di Eropa barat

Editor: M Nur Pakar
AFP
Ayam ras terserang flu burung di Belanda. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Pemerintah Prancis memberlakukan siaga tinggi di beberapa wilayah terhadap serangan flu burung setelah kasus penyakit itu dilaporkan di Eropa barat sejak bulan lalu, pada Kamis (5/11/2020).

Prancis telah memberlakukan siaga tertinggi terhadap serangan teroris, dan kali ini mendapat serangan flu burung bersama sejumlah negara Eropa lainnya.

Sekitar setengah dari wilayah Prancis akan digolongkan sebagai berisiko tinggi, dan bagian lain negara akan berada dalam siaga sedang, kata pemerintah dalam sebuah dekrit yang diterbitkan dalam jurnal resminya, lansir AFP.

Tingkat kewaspadaan tinggi terutama mengharuskan peternakan unggas untuk memelihara hewan di dalam ruangan atau memasang jaring pelindung untuk mencegah kontak dengan burung liar yang menyebarkan penyakit.

"Kehadiran virus pada hewan liar di dekat perbatasan Prancis, di jalur migrasi yang melintasi wilayah nasional, menambah peningkatan tingkat risiko," kata pemerintah dalam keputusan itu.

Baca juga: VIDEO Viral Warga Buang Ratusan Botol Air Mineral Produk Prancis

Tindakan tersebut menggantikan keputusan sebelumnya dari akhir Oktober 2020 yang meningkatkan pengawasan di zona lahan basah yang menarik burung yang bermigrasi.

Belanda, pengekspor daging dan telur ayam terbesar di Eropa, telah memerintahkan pemusnahan lebih dari 200.000 ekor ayam setelah flu burung yang sangat patogen ditemukan di beberapa peternakan sejak akhir Oktober 2020.

Inggris pada Senin (4/11/2020) memerintahkan pemusnahan 13.000 burung di sebuah peternakan di barat laut Inggris setelah mendeteksi kasus di sana.

Jerman, sementara itu, pekan lalu melaporkan kasus flu burung pada burung liar di utara negara itu.

Flu burung tidak diketahui menular ke manusia tetapi sangat menular di antara unggas.

Wabah di Prancis dalam beberapa tahun terakhir ini menghancurkan kawanan bebek dan angsa.

Baca juga: Prancis Melarang Ultra-Nasionalis Turki, Siapakah Srigala Abu-abu?

Kementerian Pertanian Belanda pada Kamis (5/11/2020) memerintahkan pemusnahan 200.000 ekor ayam setelah flu burung yang sangat patogen ditemukan di sebuah peternakan di timur kota Puiflijk.

Pemusnahan, yang meliputi unggas di peternakan kedua dalam radius 1 km, menjadi yang kedua dalam waktu sebulan setelah penyakit H5N8 pertama kali ditemukan pada unggas liar.

Risiko terhadap manusia dari penyakit ini tergolong rendah, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah menyebar di antara burung migran yang kemudian menularkannya ke unggas peliharaan.

Peternak unggas Belanda telah diperintahkan untuk memelihara burung di dalam sangkar sampai pemberitahuan lebih lanjut untuk mencegah penularan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved