Senin, 27 April 2026

Internasional

Senator Republik Kembali Kritik Trump, Komentar Sang Presiden Semakin Gila

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik, Jumat (6/11/2020) kembali mengkritik keras Presiden AS Donald Trump.

Editor: M Nur Pakar
AFP/CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA
Presiden AS Donald Trump berbicara di ruang briefing Gedung Putih untuk membuat berbagai tuduhan ke Partai Demokrat pada Kamis (5/11/2020). 

"Amerika sedang menghitung suara, dan kami harus menghormati hasilnya seperti yang selalu kami lakukan sebelumnya."

“Tidak ada pemilu atau orang yang lebih penting dari demokrasi kita,” kata Hogan di Twitter.

Kritik lain, meski kurang langsung, datang dari anggota Kongres.

Senator Marco Rubio, seorang Republikan Florida yang berbicara di rapat umum kampanye Trump baru-baru ini, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa:

"Jika ada kandidat yang percaya suatu negara melanggar undang-undang pemilu, mereka memiliki hak untuk menggugatnya di pengadilan dan ada bukti untuk mendukung klaim mereka.''

Baca juga: Jaksa Agung Arizona: Pemilih Tidak Dicabut Haknya Karena Menggunakan Sharpies

Rubio berkata sebelumnya:

“Mengambil hari untuk menghitung suara yang diberikan secara legal bukan penipuan."

"Dan tantangan pengadilan untuk suara yang diberikan setelah batas waktu pemungutan suara yang sah BUKANLAH penindasan."

Senator Mitt Romney dari Utah., calon presiden partai pada 2012, berusaha memberikan catatan yang meyakinkan.

"Menghitung suara sering kali lama dan membuat frustrasi," kata Romney.

"Jika ada dugaan penyimpangan, mereka akan diselidiki dan akhirnya diselesaikan di pengadilan," tweet Romney.

“Percayalah pada demokrasi, konstitusi kami, dan rakyat Amerika,” tambahnya.

Komentar dari anggota parlemen Republik dan pemimpin Partai Republik lainnya jarang terjadi, terutama teguran ke Trump.

Trump telah menuntut dan secara umum menerima kesetiaan dari sesama Partai Republik selama masa jabatan empat tahun.

Sebagian besar anggota Partai Republik berusaha keras untuk tidak mengkritik Trump secara langsung, bahkan ketika mereka merasa perilakunya tidak membantu atau menyinggung nilai dan tujuan mereka.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved