Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Senator Republik Kembali Kritik Trump, Komentar Sang Presiden Semakin Gila

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik, Jumat (6/11/2020) kembali mengkritik keras Presiden AS Donald Trump.

Editor: M Nur Pakar
AFP/CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA
Presiden AS Donald Trump berbicara di ruang briefing Gedung Putih untuk membuat berbagai tuduhan ke Partai Demokrat pada Kamis (5/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik, Jumat (6/11/2020) kembali mengkritik keras Presiden AS Donald Trump.

Komentar Presiden Donald Trump bahwa Demokrat mencoba mencuri pemilihan menjadi penyebab utama.

Mereka mengatakan komentar Trump telah merusak proses politik AS dan gagasan dasar semua orang Amerika harus menghitung suara mereka, lansir AP, Jumat (6/11/2020).

Senator Partai Republik, Pat Toomey dari Pennsylvania, yang negara bagiannya merupakan medan pertempuran utama dalam pemilihan presiden, mengatakan tidak melihat bukti untuk mendukung klaim Trump.

"Pidato presiden tadi malam sangat mengganggu saya karena dia membuat tuduhan yang sangat, sangat serius tanpa ada bukti yang mendukungnya," kata Toomey kepada CBS.

Baca juga: Kepemimpinan Donald Trump di Pennsylvania dan Georgia Terus Turun dari Jam ke Jam

Dia menambahkan:

“Saya memilih Presiden Trump, mendukung Presiden Trump, tetapi ingin presiden berikutnya menjadi orang yang secara sah memenangkan Electoral College dan saya akan menerima siapapun itu."

Trump, yang telah mengeluh selama berminggu-minggu tentang surat suara yang masuk, meningkatkan tuduhannya pada Kamis (5/11/202) malam.

Dia mengatakan di Gedung Putih bahwa proses penghitungan suara tidak adil dan korup.

Trump tidak mendukung klaimnya dengan detail atau bukti apapun, dan pejabat negara bagian dan federal belum melaporkan adanya kasus penipuan pemilih yang meluas.

Adam Kinzinger, seorang Republikan dari Illinois, men-tweet bahwa klaim penipuan presiden semakin gila.

"Jika Trump memiliki kekhawatiran sah tentang penipuan, harus didasarkan pada bukti dan dibawa ke pengadilan," kata Kinzinger,

"STOP Menyebarkan informasi yang salah," harapnya.

Gubernur Maryland Larry Hogan, calon presiden potensi 2024 sering mengkritik Trump, berkata dengan tegas:

“Tidak ada pembelaan atas komentar Presiden malam ini yang merusak proses demokrasi kita.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved