Jumat, 10 April 2026

Kebakaran Rumah di Lhokseumawe

Ternyata Ini Penyebab Rumah di Tumpok Teungoh Lhokseumawe Ludes Terbakar

Enam rumah dan satu kios empat dua berkonstruksi beton dan tiga berkontruksi kayu di Dusun 4, Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti....

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
Enam rumah berkonstruksi permanen Dusun 4, di Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat (6/11/2029) sekitar pukul 13.20 WIB terbakar. 

 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Enam rumah dan satu kios empat dua berkonstruksi beton dan tiga berkontruksi kayu di Dusun 4, Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat (6/11/2029) sekitar pukul 13.20 WIB ludes terbakar.

Informasi diperoleh Serambinews.com keenam pemilik rumah dan satu kios itu hangus akibat konsleting listrik.

Akibatnya, 20 jiwa dari enam KK terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga terdekat.

Pada saat kejadian kebakaran, 6 unit armada kebakaran dari dari Pemko Lhokseumawe dikerahkan ke lokasi, dan dibantu satu unit armada dari PT PIM serta satu mobil water canon milik Brimob Jeulikat.

Selain itu amatan Serambinews.com, TNI-Polri serta warga sekitarpun ikut membantu saat proses pemadaman api.

Menurut Aisyah (44) salah satu korban rumahnya yang terbakar dirinya setelah memasak lalu menghindang masakan di meja.

“Saya tidak melihat awalya kejadian, karena saya siap masak duduk di tempat rumah kakak di depan rumah,” cerita Aisyah, kepada Serambinews.com, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Menyedihkan Nasib Pasien Covid-19 di Korea Utara, Bukan Dibawa ke Rumah Sakit

Baca juga: Aparatur Gampong di Lhokseumawe Bakal tak Bergaji Hingga Tiga Bulan, Dewan: Menyedihkan

Baca juga: Nahas, Sepuluh Hektar Tanaman Jagung di Aceh Singkil Terendam Banjir Kiriman

Aisyah, mengatakan kala itu anaknya Rasti kelas 5 SD sedang dikamar depan, sementara dirinya sedang duduk-duduk dirumah kakanya yang berada didepan rumhanya.

“Tiba-tiba anak saya menjerit bunda rumah kita kebakaran, sontak saya kaget dan berteriak meminta bantuan warga,” ucapnya sambil berlinang air mata.

Aisyah, dirinya tidak tahu dari awal mula apinya dari  mana, karena begitu ia mendengar dari anaknya yang memberitahukan rumah telah terbakar ia langsung melihat ke sisi dapur.

“Ternyata bagian sisi dapur sudah penuh dengan api dan asap tebal. Makannya apapun tidak bisa diselamatkan,” sebut Aisyah.

Menurut dirinya, anaknya yang bernama Rasti kelas 5 SD saat sedang dikamar depan dia mendengar suara seperti percikan-percikan lalu keluar dari kamar melihat begitu melihat apinya sudah membesar.

“Saat kejadian suami saya sedang di Mesjid Shalat Jumat, jadi saya berteriak warga langsung ramai, dan tak lama kemudian mobil armada kebakaranpun berdatangan ke lokasi,” terang Aisyah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved