Selasa, 12 Mei 2026

Internasional

Donald Trump, Kepemimpinan Hilang Secara Ajaib, Jadi Petunjuk Proses Hukum Berlanjut

Presiden AS Donald Trump tetap tak mengakui kepemimpinannya dalam perolehan suara elekctoral terus hilang dari hari ke hari.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Bryan R. Smith
Seorang pendukung berpakaian seperti Presiden AS Donald Trump diwawancarai oleh seorang reporter televisi di luar Pennsylvania Convention Center, Philadelphia, AS, Kamis (6/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump tetap tak mengakui kepemimpinannya dalam perolehan suara elekctoral terus hilang dari hari ke hari.

“Aku seperti pemimpin besar di semua negara ini pada malam pemilihan,” tweeted  Trump pada Jumat (6/11/2020).

“Tetapi, kembali melihat kepemimpinan secara ajaib menghilang seperti berlalunya hari-hari," katanya.

"Mungkin petunjuk ini akan kembali, proses hukum kami terus bergerak maju," ucap Trump.

"Saya memiliki keunggulan besar di semua negara bagian ini hingga larut malam pemilihan," klaimnya.

Ketua Komite Nasional Republik (RNC) Ronna McDaniel pada Jumat (6/11/2020) mengumumkan RNC telah mengerahkan tim hukum di empat negara bagian.

Baca juga: Partai Demokrat Minta Partai Republik Sadarkan Presiden Donald Trump

Termasuk Georgia, untuk menyelidiki penyimpangan pemungutan suara dan memastikan pengamat memiliki akses ke tempat penghitungan suara.

Reuters melaporkan pada Jumat (6/11/2020) bahwa RNC berusaha mengumpulkan setidaknya 60 juta dolar AS untuk mendanai tantangan hukum dari tim kampanye Trump.

"Saya pikir apa yang terjadi secara lebih luas adalah menyiapkan untuk mencoba menciptakan aura ketidakpastian atau bahkan penipuan," kata Keyssar kepada Yahoo News.

"Meskipun tidak ada yang menemukan penipuan, sejauh yang saya tahu," akunya.

Dalam konferensi video dengan wartawan pada Jumat (6/11/2020), Joshua Geltzer, Direktur Eksekutif Institut Advokasi dan Perlindungan Konstitusional Universitas Georgetown dan anggota Gugus Tugas Nasional untuk Krisis Pemilu menekankan litigasi yang sedang berlangsung tidak berarti pemilihan ini akan diselesaikan di pengadilan.

Baca juga: Kepemimpinan Donald Trump di Pennsylvania dan Georgia Terus Turun dari Jam ke Jam

"Proses pengadilan yang sejauh ini diajukan oleh tim kampanye Trump tidak berhasil dengan cepat," kata Geltzer.

“Ini telah ditolak di seluruh dewan dan dalam beberapa kasus ditinggalkan dengan banding," ujarnya.

"Pada dasarnya, tampaknya tidak ada klaim hukum yang kuat dan pernyataan faktual yang masuk akal untuk mendukung tantangan terhadap hitungan tertentu di negara bagian tertentu,” jelasnya.

Kaufman, yang pernah menjadi pengacara Al Gore dalam pemilihan presiden tahun 2000, mencatat apa yang terjadi sekarang, penghitungan suara yang berkelanjutan, di beberapa negara bagian, beberapa hari setelah pemilihan adalah normal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved