Suara Parlemen
Respon Keresahan Keuchik, HRD Gelar Pertemuan di Rumah Aspirasi
Salah satu poin yang disoroti dalam pertemuan tersebut adalah terkait beredarnya isu rencana pemotongan penghasilan tetap aparatur desa
Beliau pasti aktif menggali sumber-sumber lain seperti dari APBA/APBD Provinsi dan APBN.
Dengan demikian kebutuhan belanja aparatur Gampong tidak akan terganggu atau dengan kata lain Jerih Keuchik tidak akan terpotong dan bahkan bisa ditambah,” sebut HRD.
Bupati Bireuen 2012 – 2017 juga menghimbau kepada seluruh keuchik di Aceh khususnya Bireuen agar lebih kreatif lagi dalam mengelola potensi sumber daya Gampong.
Hal ini sesuai dengan Permen Desa PDTT Nomor 13 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021.
Dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pembangunan gampong, HRD menekankan tentang perlunya kerja keras para keuchik sehingga bisa melahirkan inovasi gampong yang dapat mendorong terbukanya lapangan kerja, berkurangnya pengangguran dan bertambahnya sumber pendapatan gampong, sehingga dalam kedaan tertentu dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan aparatur gampong.
"Dengan demikian gampong akan tumbuh menjadi desa yang kuat, maju, mandiri dan sejahtera", terang Anggota Komisi V ini.
HRD melanjutkan, dalam pertemuan yang ia hadiri bersama keuchik di beberapa kecamatan di Bireuen, banyak keuchik yang menyampaikan bahwa resiko yang harus diambil oleh keuchik tidak seimbang dengan jerih yang mereka terima.
Di sisi lain, keuchik dilarang menerima segala jenis bantuan sosial dalam penanganan Covid. “Mungkin perlu kita pikirkan insentif dalam bentuk lain untuk pengorbanan yang sudah diberikan kepala desa dalam menangani beragam persoalan warganya,” tutup HRD.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hrd-anggota-dpr-ri-fpkb-didampingi-usman-sulaiman-zulfan.jpg)