Dies Natalis Ke 14 UTU
Azwar Abubakar Sampaikan Orasi Ilmiah di Forum Dies Natalis Ke-14 UTU
Keuchik dan aparatur desa perlu diberikan arahan pembangunan visi misi seperti masalah ekonomi kepada rakyat, serta mendorong kerja keras dan kolabora
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Guna mewujudkan program kampus dukung transformasi desa terhadap semua aspek pembangunan sesuai dengan potensi desa, maka setiap desa harus memiliki grand strategy dalam setiap pembangunan.
Hal itu dilakukan untuk menjadi desa tersebut yang bisa berkembang lebih baik kedepannya melalui pendampingan secara khusus oleh pakar-pakar yang ada di kampus dan mahasiswa.
“Keuchik dan aparatur desa perlu diberikan arahan pembangunan visi misi seperti masalah ekonomi kepada rakyat, serta mendorong kerja keras dan kolaborasi, agar masyarakat bersedia berpartisipasi aktif dalam pembangunan nantinya, sehingga civitas akademika dan Mahasiswa UTU dapat berperan dalam proses transformasi pembangunan desa,” ungkap Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI Dr Ir Azwar Abubakar, Selasa (10/11/2020) kepada wartawan di sela menghadiri Dies Natalis ke-14 UTU.
Disebutkan, bahwa dalam proses transformasi ekonomi, masyarakat desa setempat harus dapat berkolaborasi dan berpikir tepat.
Baca juga: Kesuksesan Joe Biden, Kemenangan Penting Bagi Dunia, Pengacau Dunia, Donald Trump Telah Tersingkir
Baca juga: VIDEO Buruh di Aceh Tamiang Aksi Tolak UU Cipta Kerja. Kebijakan Gubernur Aceh Dikecam
Masyarakat memikirkan bagaimana solusi untuk memecahkan masalah, bukan bagaimana masalah itu sendiri.
Sementara infrastruktur yang mendukung transformasi ekonomi juga perlu dibangun dengan semangat gotong royong.
Berikut transformasi perlu didukung inovasi yang dibangun berdasarkan potensi desa yang sudah teridentifikasi, studi banding atau didahului dengan penelitian dan pengetahuan dari kampus, serta keinginan yang kuat untuk merubah diri.
Dalam orasinya yang berjudul "Peran Mahasiswa dan Kampus Dalam Transformasi Desa dengan pendekatan kolaborasi" Mantan Plt Gubernur Aceh ini menegaskan agar kampus dapat berperan untuk mendorong kolaborasi dan inovasi. Kolaborasi merupakan tanggungjawab yang perlu disadari oleh setiap keuchik di desa.
Dalam proses inovasi, seluruh civitas akademika di kampus dapat terlibat, baik mahasiswa maupun dosen. Inovasi dalam transformasi ekonomi desa dapat terjadi pada seluruh kegiatan ekonomi, mulai dari keberagaman jenis produk, metode baru yang belum pernah dipakai sebelumnya, ataupun promosi dan distribusi produk dengan menggunakan teknologi yang ada sekarang.
Tempatkan mahasiswa
Rektor UTU Prof Dr Jasman J Ma'ruf menanggapi hal tersebut, menjelaskan, UTU sebagai kampus merdeka akan memberikan kemerdekaan untuk memilih tempat mahasiswa untuk belajar, baik itu magang di desa selama 6 bulan dan tempat lainnya sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka pilih.
Terkait program kampus mendukung transformasi desa, UTU nantinya akan memulangkan para mahasiswa di desa-desa hingga hingga 6 bulan, dan mereka akan dihitung sekitar 20 SKS dalam kegiatan magang tersebut.
Mahasiswa nantinya dapat merancang perencanaan yang tepat, seperti penggunaan dana desa dan hal lainnya terkait pembangunan sesuai dengan kondisi desa tersebut, namun jika desa tersebut merasa belum cukup tentunya akan dilakukan penambahan para mahasiswa secara bergantian setiap 6 sekali.
Sementara pakar-pakar yang ada di kampus baik bidang ekonomi, pertanian, perikanan dan sejumlah pakar lainnya siap memecahkan semua masalah yang ada di desa, hal itu bertujuan untuk adanya perubahan dan kemajuan dalam pembangunan kedepan di semua desa yang nantinya akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-7mfhf.jpg)