Senin, 11 Mei 2026

Kesehatan

4 Macam Gangguan Haid yang Perlu Diwaspadai, Ada yang Indikasi Kanker

Tetapi, pada saat haid, ada beberapa gangguan atau perubahan keadaan yang terjadi pada saat menstruasi tersebut yang bisa berujung fatal

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
SebelumTidur.Com
Ilustrasi Haid 

Tetapi, pada saat haid, ada beberapa gangguan atau perubahan keadaan yang terjadi pada saat menstruasi tersebut yang bisa berujung fatal

SERAMBINEWS.COM - Masa subur seorang wanita adalah sebelum dan sesudah haid.

Haid atau menstruasi adalah siklus wajar bagi setiap wanita yang memiliki kondisi kesehatan normal.

Tetapi, pada saat haid, ada beberapa gangguan atau perubahan keadaan yang terjadi pada saat menstruasi tersebut yang bisa berujung fatal apabila tidak diwaspadai.

Melansir Buku Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2 (2009) oleh dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, Sp.OG, dkk., terdapat beberapa macam gangguan haid yang bisa dialami oleh para wanita. Berikut jenis gangguan haid dan penjelasannya:

Baca juga: Ingin Tunaikan Sholat Tahajud, Begini Bacaan Niat, Tata Cara & Doa Setelahnya

Baca juga: Reza Artamevia Pernah Jadi Murid Aa Gatot, Begini Nasib Bekas Padepokan Gatot Brajamusti

Baca juga: Ayu Ting Ting Beberkan Sifat Adit Jayusman yang Bikinnya Jatuh Hati

1. Perdarahan di luar siklus haid

Perdarahan di luar siklus haid dapat disebut juga sebagai metroragia. Perdarahan ini dapat disebabkan oleh keadaan yang bersifat hormonal atau kelainan anatomis.

Pada kelainan hormonal, terjadi gangguan poros hipotalamus-hipofise, ovarium atau indung telur, dan rangsangan estrogen dan progesteron.

Kelainan ini memiliki bentuk perdarahan di luar menstruasi, bentuknya bercak, terjadi terus menerus atau berkepanjangan.

Pengobatan terhadap kelainan ini pada remaja (gadis) dengan pengaturan secara hormonal, sedangkan pada wanita menikah atau sudah mempunyai anak dengan memeriksa alat kelamin dan bila perlu dilakukan kuretase serta pemeriksaan patologi untuk memastikannya.

2. Gangguan jumlah darah saat haid

Gangguan haid ini bisa dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni: Hipermenorea (menoragia) dan hipomenorea.

Hipermenorea adalah bentuk gangguan siklus haid tetap teratur dan jumlah darah yang dikeluarkan cukup banyak, terlihat dari jumlah pembalut yang dipakai dan gumpalan darahnya.

Penyebab terjadinya menoragia, di antaranya yakni kemungkinan terdapat mioma uteri (pembesaran rahim), polip endometrium, dan hiperplasia endometrium (penebalan dinding rahim).

Diagnosis kelainan ini dapat ditetapkan dengan pemeriksaan dalam, ultrasonografi (USG), dan pemeriksaan terhadap kerokan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved