Rabu, 20 Mei 2026

Internasional

Pengamat Internasional Melaporkan Tidak Ada Penipuan Pemilu, Pukulan Telak Atas Klaim Trump

Tim pengamat internasional mengkritik Presiden AS Donald Trump pada Selasa (10/11/2020) karena tuduhan tak berdasar atas penipuan pemilu.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Alex Edelman
Sejumlah tulisan ditempel di pagar depan Gedung Putih atas masalah kehidupan warga kulit hitam, seusai Donald Trump dinyatakan kalah dalam pemilihan presiden 2020 di Washington DC, Minggu (8/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Tim pengamat internasional mengkritik Presiden AS Donald Trump pada Selasa (10/11/2020) karena tuduhan tak berdasar atas penipuan pemilu.

Mereka mengatakan tidak melihat contoh penipuan serius atau penyimpangan pemungutan suara lainnya.

Laporan itu datang sebagai pukulan bagi Trump, yang masih menolak mengakui kekalahan beberapa hari setelah hasil pemilu dimenangkan Partai Demokrat, Joe Biden

Sebaliknya, dia terus berulang kali mengklaim penipuan dalam pemungutan suara di beberapa negara bagian, lansir The Independent, Selasa (10/11/2020).

Dalam laporan awal, 28 anggota delegasi dari Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) memuji otoritas lokal dan negara bagian atas upaya memfasilitasi pemungutan suara di tengah pandemi Covid-19.

Pendukung Presiden Donald Trump melakukan protes di luar Departemen Pemilihan Clark County di North Las Vegas, Nevada, AS seusai kemenangan Joe Biden, Minggu (8/11/2020).
Pendukung Presiden Donald Trump melakukan protes di luar Departemen Pemilihan Clark County di North Las Vegas, Nevada, AS seusai kemenangan Joe Biden, Minggu (8/11/2020). (AFP/Ethan Miller / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA)

Baca juga: Donald Trump Terus Bermanuver Jelang Berakhir Masa Tugas, Jual 50 Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA

Merkea mencatat pemungutan suara pada hari pemilihan berjalan dengan damai dan terorganisir dengan baik.

Pengamat pemilu dari misi tersebut hadir di tempat pemungutan suara dan pusat penghitungan di negara bagian penting Georgia dan Michigan , serta Iowa, Maryland, dan District of Columbia dari 23 Oktober hingga 7 November 2020.

Dalam laporan tersebut mereka mengatakan meskipun Misi OAS belum secara langsung mengamati penyimpangan serius, tetap mendukung hak semua partai yang bersaing dalam pemilihan.

Terutama mencari keadilan di hadapan otoritas hukum yang berwenang jika mereka percaya. telah dianiaya.

“Namun, sangat penting kandidat bertindak secara bertanggung jawab dengan mengajukan dan memperdebatkan klaim yang sah di hadapan pengadilan, bukan spekulasi yang tidak berdasar atau berbahaya," tambah OAS.

Sementara 20 halaman laporan OAS memberikan sejumlah saran memperbaiki sistem pemilu.

Laporan itu mengecam Trump karena memberikan aspirasi lebih lanjut pada proses pemilu AS.

Mereka mengatakan pengamatnya ditempatkan di negara bagian Michigan dan Georgia.

Baca juga: Arab Saudi Bakal Hadapi Tindakan Keras Joe Biden, Seusai Hubungan Nyaman Dengan Donald Trump

"Tidak menyaksikan ada penyimpangan apapun terkait dengan kecurangan pemilu," tambahnya.

Temuan OAS sejalan dengan temuan Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved