Internasional
AS Ribut di Dalam Negeri, Rusia Perkuat Armada Militer, Dari Samudra Hindia Hingga Afrika
Pemerintah Rusia memanfaatkan keributan yang terjadi di dalam negeri Amerika Serikat (AS) seusai pemilu 3 November 2020.
SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Pemerintah Rusia memanfaatkan keributan yang terjadi di dalam negeri Amerika Serikat (AS) seusai pemilu 3 November 2020.
Kerusuhan di AS yang dipicu penolakan Presiden AS Donald Trump mengakui kemenangan Joe Biden terus berlanjut.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pada Senin (16/11/2020) menyetujui pembangunan fasilitas Angkatan Laut Rusia di Sudan yang mampu menambatkan kapal bertenaga nuklir.
Hal itu akan membuka jalan bagi pijakan militer substansial pertama Moskow di Afrika sejak jatuhnya Uni Soviet, seperti dilansir Reuters.
Fasilitas baru, yang direncanakan dibangun di sekitar Port Sudan, akan mampu menampung hingga 300 personel militer dan sipil.
Baca juga: VIDEO - Pasukan Rusia Tempati POS PENGAMATAN di Nagorno-Karabakh
Sehingga akan meningkatkan kemampuan Rusia untuk beroperasi di Samudra Hindia dan memperluas pengaruhnya di Afrika.
Putin memimpin KTT Rusia-Afrika tahun lalu, sebuah acara yang dirancang untuk meningkatkan pengaruh Rusia di benua itu.
Dua pembom Rusia berkemampuan nuklir mendarat di Afrika Selatan pada saat yang sama untuk menunjukkan niatnya.
Putin, dalam sebuah keputusan mengatakan telah menyetujui proposal pemerintah Rusia untuk mendirikan pusat logistik Angkatan Laut di Sudan.
Putin langsung memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk menandatangani perjanjian untuk mewujudkannya.
Sebuah draf dokumen yang terkait dengan masalah yang dipublikasikan awal bulan ini oleh pemerintah berbicara tentang fasilitas yang dapat menambatkan tidak lebih dari empat kapal pada saat yang bersamaan.
Baca juga: Cara Rusia Perkuat Pengaruh di Afrika, Bangun Fasilitas Angkatan Laut Baru di Sudan
Pangkalan itu akan digunakan untuk perbaikan dan pasokan operasi dan sebagai tempat di mana personel Angkatan Laut Rusia dapat beristirahat, katanya.
Tanah untuk pangkalan akan disediakan secara gratis oleh Sudan.
Moskow akan mendapatkan hak untuk membawa senjata, amunisi, dan peralatan lain yang dibutuhkan melalui bandara dan pelabuhan Sudan untuk mendukung fasilitas baru tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/armada-angkatan-laut-rusia.jpg)