Internasional
AS Ribut di Dalam Negeri, Rusia Perkuat Armada Militer, Dari Samudra Hindia Hingga Afrika
Pemerintah Rusia memanfaatkan keributan yang terjadi di dalam negeri Amerika Serikat (AS) seusai pemilu 3 November 2020.
Rusia memiliki fasilitas serupa di pelabuhan Tartus di Suriah, negara tempat ia juga mengoperasikan pangkalan udara.
Moskow ingin meningkatkan pengaruhnya di Afrika, sebuah benua dengan 54 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Apalagi kaya dengan mineral dan pasar yang berpotensi menguntungkan untuk senjata-senjata buatan Rusia.
Rusia ingin memperebutkan pengaruh dan pijakan militer di Afrika dengan negara lain, termasuk China.
Djibouti adalah rumah bagi pangkalan angkatan laut China, AS dan Prancis, sementara angkatan laut lainnya sering menggunakan pelabuhan itu.
Baca juga: Spionase Digital - Peretas Korut dan Rusia Berusaha Curi Rahasia Vaksin Corona Lewat Serangan Siber
Kantor berita TASS yang dikendalikan negara telah memperkirakan bahwa fasilitas baru tersebut akan memudahkan Angkatan Laut Rusia untuk beroperasi di Samudera Hindia.
Sehingga, akan dapat menerbangkan awak pengganti untuk kapal jarak jauhnya.
Ia juga memperkirakan Rusia akan memperkuat pos terdepan Afrika barunya dengan sistem rudal permukaan-ke-udara yang canggih.
Sehingga memungkinkann untuk membuat zona larangan terbang sejauh bermil-mil.
"Pangkalan kami di Sudan akan menjadi argumen lain bagi orang lain untuk mendengarkan kami dan memperhatikan," kata sebuah opini di TASS tentang fasilitas baru itu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/armada-angkatan-laut-rusia.jpg)