Breaking News:

Internasional

Pengusaha Qatar Dikenal Kejam, Amnesty Minta Pemerintah Lindungi Pekerja

Para pengusaha Qatar sudah dikenal kejam terhadap para pekerja asing, terutama migran wanita yang bekera sebagai pembantu rumah tangga.

AFP/GIUSEPPE CACACE
Gemerlapnya Ibu Kota Doha, Qatar pada malam hari pada 20 Desember 2019. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Para pengusaha Qatar sudah dikenal kejam terhadap para pekerja asing, terutama migran wanita yang bekera sebagai pembantu rumah tangga.

Amnesty International pada Rabu (18/11/2020) meminta Qatar menindak pengusaha yang kasar dan kejam.

Dengan memperkuat penegakan reformasi ketenagakerjaan.

Jika akan memenuhi janji untuk melindungi hak-hak pekerja.

Dilansir ArabNews, kelompok hak asasi manusia memperingatkan dalam sebuah laporan tindakan lebih lanjut perlu diambil.

Baca juga: Emir Qatar Menjanjikan Pemilihan Dewan Syura Oktober Tahun Depan

Hal itu untuk menjamin pekerja migran menerima upah, memiliki akses keadilan dan dilindungi dari eksploitasi sampai pelecehan seksual.

Laporan tersebut mengatakan meskipun telah memperkenalkan serangkaian reformasi besar.

Mencakup pembayaran yang lebih baik dan akses ke keadilan, hanya sedikit yang telah dilakukan.

"Qatar perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan undang-undang memiliki dampak nyata pada kehidupan masyarakat," kata Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial di Amnesty International, Steve Cockburn.

Cockburn mengatakan banyak pekerja migran yang tidak mendapatkan keuntungan dari reformasi.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved