Breaking News:

Bolehkah Niat Puasa Senin Kamis Dibaca Setelah Fajar? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

bolehkan kita melakukan niat puasa setelah terbih fajar? Berikut penjelasan ustaz Abdul Somad.

Editor: Amirullah
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa 

SERAMBINEWS.COM  - Berikut niat puasa Senin Kamis lengkap dengan doa berbuka dan keutamaan. Bolehkah dibaca setelah fajar? Berikut penjelasan ustaz Abdul Somad.

Umat muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk berpuasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis.

Anjuran puasa Senin Kamis dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti disampaikan oleh Aisyah Radhiyallahu anha, beliau mengatakan:

Dalam hadits riwayat An Nasai dan Ibnu Majah, Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan bahwa Rasulullah SAW selalu menjalankan puasa sunnah di hari Senin Kamis.

"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa menaruh pilihannya berpuasa pada hari Senin dan Kamis."

Lantas bolehkan kita melakukan niat puasa setelah terbih fajar? Berikut penjelasan ustaz Abdul Somad.

Orang yang terbiasa berpuasa setidaknya akan memiliki dua keistimewaan.

()Ilustrasi menunaikan ibadah puasa. (Spartan Life)

Pertama yakni sering meningkatkan amal soleh.

Hal ini lantaran biasanya saat berpuasa seseorang akan memaksimalkan segala amalan ibadahnya.

Semisal, pada keseharian seseorang hanya sholat fardhu namun pada saat puasa akan melakukan sholat sunnah, memperbanyak tilawah dan sedekah.

Kedua yaitu semakin diperkuat untuk meninggalkan maksiat karena takut puasanya batal atau sia-sia.

Semisal, pada saat puasa orang akan menghindarkan dirinya dari berdusta, bergibah, mencuri, dan zina.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Sunah Senin Kamis dan Manfaat Puasa, Ini Pahalanya

Baca juga: Berikut Bacaan Niat Puasa Sunat Senin Kamis dan Manfaatnya, Lengkap Pakai Tulisan Arab Serta Latin

Baca juga: Simak, Niat Puasa Ayyamul Bidh Dilaksanakan 30-31 Oktober dan 1 November 2020

Niat Puasa Senin Kamis

Dalam Video Chanel Hidayah Hati, Ustaz Abdul Somad menyatakan umat muslim diperbolehkan untuk melafalkan niat puasa sunnah setelah adzan subuh.

Ustaz lulusan Kairo tersebut menjelaskan hadist Nabi saat sedang bersama Aisyah.

Nabi tidak jadi puasa lantaran di rumah tidak ada makanan.

Namun ustaz Abdul Somad menjelaskan jika hadist tersebut adalah dalam hal puasa sunnah.

Adapun hadits ‘Aisyah di mana ia berkata, “Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kurma, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” (HR. Muslim no. 1154)

"Habis subuh gotong royong pulang ke rumah, 'Ada sarapan?''Tak Ada''Kalau begitu abang puasa'tapi dengan syarat dari subuh tadi tak ada masuk apa-apa." jelas ustaz Abdul Somad.

Ia juga menjelaskan boleh makan dan minum setelah meniatkan puasanya.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis serta Manfaat Puasa Bagi Kesehatan, Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Dalam video yang diunggah akun YouTube Shirathal Mustaqim berjudul Bacaan Niat dan Do'a Buka Puasa Sesuai Sunnah, ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika niat bisa dilakukan saat sahur.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika tak ada doa khusus dari nabi.

"Tidak ada doa khusus dari nabi, karena itu ngga ada doa-doa tentang niat. Doa tentang niat tu nggak ada, karena emang nggak ada. Amalan itu nggak bisa dispesifikasikan. Silakan cari doa tentang niat tidak ada dalam kitab hadits." jelasnya.

"Kalau orang arab niatnya Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhana itu orang Arab yang bicara, kalau kita boleh saja dengan bahasa kita, tapi kita pahami. Jangan kita mengungkapkan tapi tak tahu apa yang dibacakan" tandasnya.

"Jadi itu poinnya, niat itu untuk mengazamkan hati kita dalam ibadah, membedakan satu ibadah dengan ibadah yang lain, dan membedakan ibadah dengan tradisi." pungkasnya.

Adapun niat puasa sunah Senin dan Kamis yang tersebar pada umumnya adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu sauma yaumal itsnaii sunnatan lillahi tana'ala”

Artinya: “Aku berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.”.

Tata Cara Puasa Senin Kamis

Tata cara puasa senin kamis adalah sama seperti puasa-puasa lainnya.

Berpuasa dengan menahan diri dari berbagai pembatal puasa dengan niat beribadah kepada Allah yang dimulai sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Berikut rincian tata cara Puasa Senin Kamis yang sesuai sunnah:

1. Niat Puasa Senin Kamis

Niat dilakukan dalam hati.

Niat Puasa harus dilakukan malam hari, sebelum terbit fajar.

Berniat ikhlas untuk mengharap wajah Allah dan mengharapkan pahala yang Allah persiapkan bagi orang-orang yang berpuasa.

Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Barang siapa tidak berniat untuk berpuasa semenjak sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya (yakni puasanya tidak sah).” [H.R. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Ummul Mukminin Hafshah radhiyallahu ‘anha. Hadits Shahih].

Syarat niat sebelum fajar pada hadits ini khusus untuk puasa wajib.

Adapun puasa sunah boleh berniat setelah fajar asalkan belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apapun yang membatalkan puasa.

2. Makan Sahur

Hukum makan sahur adalah sunnah yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan.

Hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً “Sahurlah kalian, karena sungguh dalam sahur terdapat berkah.” (Muttafaqun ‘alaih)

Namun jika tidak dilakukan, misalnya karena bangunnya terlambat, puasanya tetap sah.

3. Menahan Diri dari Pembatal Puasa

Setelah niat puasa Senin Kamis, alangkah baiknya untuk bisa menahan diri dari pembatal puasa sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari.

Menahan diri dari makan, minum, berhubungan dengan istri dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa.

Perlu juga menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa. Antara lain bohong, ghibah, dan segala bentuk kemaksiatan.

4. Berbuka Puasa

Allah Ta’ala telah menjelaskan pada kita tentang waktu berbuka yaitu dengan terbenamnya matahari, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga (datang) malam.” (Al Baqarah: 187)

Doa berbuka puasa

Merangkum dari YouTube HR Azhar 'DOA BERBUKA PUASA YANG BENAR !!' Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dua doa buka puasa yang bisa dilakukan umat muslim.

Ustadz Adi Hidayat merujuk pada hadist yang disampaikan oleh Abu Daud.

1. Doa buka puasa pertama, merujuk pada pernyataan Abu Daud nomor hadist 2357

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"

Artinya :

"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih"

2. Doa buka puasa kedua, merujuk pada pernyataan Abu Daud nomor hadist 2358

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'

"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika doa buka puasa pertama diperselisihkan oleh sebagian ulama, ada yang menilai hadist tersebut adalah dhaif, ada juga yang menyatakan sahih.

Sedangkan doa buka puasa yang kedua adalah sahih dan tidak ada yang diperselisihkan.

Lebih lanjut, ustaz Adi Hidayat menjelaskan untuk lebih mengutamakan doa puasa yang kedua, meski tidak menyalahkan doa buka puasa yang pertama, lantaran memang ada sandaran hadist meskipun statusnya lebih lemah dari doa buka puasa kedua.

4 keutamaan puasa Senin Kamis:

1. Dibukanannya pintu surga dan diampuni dosa

Pintu-pintu surga dikatakan akan dibuka pada dua hari, yaitu pada hari Senin dan Kamis.

Pada hari-hari inilah dosa setiap orang akan diampuni, kecuali dua orang mukmin yang sedang bermusuhan.

Dari Abu Harrairah Radiallahu anhu, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim).

2. Waktu diperiksa amalan manusia

Keutamaan puasa Senin kamis yang kedua yaitu pada hari-hari itu, amalan manusia akan diperiksa. Amal-amal manusia akan diperiksa oleh Allah SWT pada kedua hari ini.

Hal ini sesuai dengan hadis dari Abu Harrairah Radiallahu anhu, bahwasannya Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan…” (HR. Muslim).

3. Memasuki surga melalui pintu khusus Ar-Rayyan

Bagi para pecinta puasa sunnah, maka disediakan pintu surga khusus oleh Allah SWT.

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan dimasuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Di katakan: manakah orang-orang yang suka berpuasa? Maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.” (HR Bukhori dan Muslim).

4. Amalan yang disukai Rasul

Keutamaan hari Senin dan Kamis yang terakhir yaitu bahwa puasa ini termasuk salah satu ibadah yang disukai oleh Rasulullah.

Dari ‘Aisyah Radhiallahu anha, ia mengatakan,

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis”. (HR. Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam juga menyampaikan alasan beliau berpuasa di kedua hari ini melalui hadis berikut,

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.”(HR. At Tirmidzi dan lainnya).

(TribunStyle.com / Triroessita)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Niat Puasa Senin Kamis, Bolehkah Dibaca Setelah Fajar? Berikut Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved