Breaking News:

Update Corona di Aceh Tamiang

Percepat Pemulihan Covid-19, Kodim 0117/Atam Aktifkan Babinsa

Yusuf menerangkan tugas Babinsa tidak berbeda dengan Satgas Penanganan Covid-19, yakni melakukan Operasi Yustisi, sosialisasi hingga melakukan peninda

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita saat memimpin Operasi Yustisi di Kota Kualasimpang, beberapa waktu lalu. Secara khusus Babinsa dikerahkan untuk mempercepat pemulihan Covid-19. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kodim 0117/Atam memberdayakan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk menegakan disiplin penerapan protokol kesehatan.

Pengerahan Babinsa ini sebagai pendukung tugas Satgas Covid-19 yang dinaungi Pemkab Aceh Tamiang.

“Kodim sendiri bagian dari Satgas yang dinaungi Pemda, tapi untuk mempercepat pemulihan, kami membentuk Satgas sendiri dengan memberdayakan seluruh Babinsa,” kata Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita, Senin (23/11/2020).

Yusuf menerangkan tugas Babinsa tidak berbeda dengan Satgas Penanganan Covid-19, yakni melakukan Operasi Yustisi, sosialisasi hingga melakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan dengan sanksi pembinaan.

“Bedanya, Babinsa ini bekerja setiap hari dan menjangkau ke seluruh wilayah Aceh Tamiang, termasuk wilayah hulu yang terbilang jauh,” ujarnya.

Baca juga: Persiapkan Matang Sekolah Tatap Muka

Baca juga: Mahasiswa Ajari Masyarakat Racik Hand Sanitizer Berbahan Alami

Baca juga: Besok, SMA/SMK di Lhokseumawe Mulai Belajar Tatap Muka

Dalam beberapa kegiatan, para Babinsa juga melakukan operasi di swalayan, pasar tradisional, terminal bus hingga tempat wisata.

Yusuf menekankan operasi ini masih perlu dilanjutkan karena di beberapa tempat masih banyak ditemukan kerumunan masyarakat yang sama sekali tidak mengenakan masker, sehingga potensi penyebaran Covid-19 masih terbuka.

“Tren kesembuhan kita sangat baik, ini harus dikawal agar penyebaran virus ini bisa terus ditekan,” ujarnya.

Aceh Tamiang diketahui sebagai daerah di Aceh yang mengalami kesembuhan tertinggi.

Dari total 324 kasus, pasien terkonfirmasi positif hanya menyisakan 26 orang.

Data ini menumbuhkan asa masyarakat untuk kembali hidup normal, termasuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka yang terhenti sejak 16 Maret 2020.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved