Jumat, 12 Juni 2026

Berita Subulussalam

Bangkit di Tengah Pandemi, Omzet Penjualan Bibit Tanaman Meningkat Drastis

Aktivitas bercocok tanam ternyata menjadi salah satu kegiatan yang banyak diminati masyarakat guna mengisi waktu di rumah selama pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Denny Ardiansyah Putradianto bersama istrinya Nurhasanah Berutu memperlihatkan buah jambu Kristal yang baru dipetik, Selasa (24/11/2020) dari lokasi pembibitannya di Dusun Teladan, Desa Penanggalan Timur, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam 

Menurut Deny, konsumennya berasal dari Banten, Makassar, Solo dan Pekanbaru. Selain itu, ada pula konsumen dari luar negeri seperti Filipina.

“Malah ini kami ada permintaan bibit tanaman dari Filipina, karena konsumen saya memang lebih dominan dari luar Subulussalam termasuk ke Jawa dan Sulawesi,” ujar Deny

Tingginya permintaan bibit membuat Deny sering kekurangan stok. Akibatnya sering kali bibit yang diminta konsumen inden.

Selain itu ada juga permintaan dari anggaran desa dalam yang membuat program pengembangan pertanian di kampungnya.

Adapun tanaman buah-buahan yang banyak diminta konsumen seperti jambu Kristal, Jambu black diamond termasuk alpukat, kelapa, dan durian.

Bibit lainnya kelengkeng diamond, kelengkeng pingpong, jambu madu, jambu jamaica termasuk jeruk lemon dan aneka tanaman buah lainnya.

Selain menjual bibit, Deny juga menjual buah jambu Kristal dan Jambu black diamond. Dengan memanfatkan lahan perkarangan rumah seluas 25 X50 meter persegi, Deny menanam 300 pohon buah-buahan.

Intinya, kata Deny berkah pandemic membuat usaha jual beli tanaman buah-buahan miliknya naik dua kali lipat. Persediaan bibit dan buah pun selalu kekurangan.

Sebab, di tengah pandemic banyak masyarakat mengonsumsi buah-buahan untuk menambah asupan gizi sehingga permintaan turut meningkat.

Harga bibit milik Deny bervariasi antara Rp 30.000-Rp 40.000 per batang. Ini untuk bibit yang belum produktif.

Sedangkan bibit yang sudah produktif atau berbuah mencapai ratusan ribu rupiah perbatang. Deny mengaku tak sedikit konsumen membeli bibit yang sudah berbuah karena ingin cepat panen.

Dia menambahkan untuk jambu Kristal bisa berbuah di usia 3-4 bulan dan mampu berproduksi hingga 25 tahun.

Sementara perawatan cukup mudah karena satu batang hanya membutuhkan pupuk NPK satu sendok makan plus pupuk kandang tiga bulan sekali.

“Sebatang biaya perawatan paling antaran Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per batangnya, murahkah,” terang Deny.

Baca juga: Oknum Anggota Satpol PP Langsa dan Pasangan Selingkuhannya Dicambuk 100 Kali

Baca juga: Arab Saudi Nilai Serangan Rudal Houthi ke Kilang Minyak Aramco Sebagai Tindakan Pengecut

Baca juga: Kejam! Ayah Ini Tega Patahkan Tangan Anak Usia 2 Tahun Cuma Gara-gara Tidur Terganggu Rewelan Korban

Terakhir, Deny mengakui jika pandemic Covid-19 memang menyeramkan dan ancaman namun ternyata dibalik bencana ini ada peluang lain.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved