Berita Subulussalam
Bangkit di Tengah Pandemi, Omzet Penjualan Bibit Tanaman Meningkat Drastis
Aktivitas bercocok tanam ternyata menjadi salah satu kegiatan yang banyak diminati masyarakat guna mengisi waktu di rumah selama pandemi Covid-19.
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Pandemi Coronavirus Disease 2019 yang melanda negeri ini menyebabkan sejumlah sektor ekonomi terpuruk.
Tak terkecuali yang dialami Denny Ardiansyah Putradianto, salah satu warga di Dusun Teladan, Desa Penanggalan Timur, Kecamatan Penanggalan pengusaha tanaman buah-buahan di Kota Subulussalam.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19, sudah berlangsung sekitar sembilan bulan melanda Indonesia termasuk Aceh dan Kota Subulussalam.
Awal pandemic dan diberlakukannya anjuran diam di rumah hingga berbagai isu luar biasa menyeramkan tentang covid-19 membuat masyarakat membatasi aktivitas di luar.
Kondisi ini turut berpengaruh pada sejumlah sektor ekonomi atau dunia usaha termasuk jual beli tanaan buah yang digeluti Deny sejak tujuh tahun terakhir.
Namun situasi sulit ini tidak berlangsung lama, dua bulan berlangsung anjuran berdiam di rumah membuat masyarakat mencari kegiatan untuk menghilangkan kejenuhan.
Aktivitas bercocok tanam ternyata menjadi salah satu kegiatan yang banyak diminati masyarakat guna mengisi waktu di rumah.
Sehingga usaha tanaman Deny menjadi salah satu yang dilirik masyarakat pecinta tanaman buah sehingga membuat omset penjualan suami Nurhasanah Berutu tersebut melonjak drastic.
“Awal-awal pandemic omset sempat menurun karena masyarakat tengah panic oleh berbagai isu soal covid-19 tapi dua bulan kemudian ada lonjakan mungkin karena perubahan perilaku masyarakat,” kata Deny kepada Serambinews.com, Selasa (24/11/2020).
Kenaikan omset deny diduga dipengaruhi gaya hidup masyarakat yang kini lebih sering berada di rumah. Khususnya untuk tanaman buah yang cocok untuk mengisi perkarangan selain bunga untuk hiasan.
Pria kelahiran Banda aceh, 27 Desember 1992 ini pun akhirnya bangkit karena semakin tingginya permintaan bibit tanaman buah selama pandemic.
Bahkan menurut alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YASHAFA tersebut peningkatan omsetnya di tengah pandemic mencapai 100 persen atau dua kali lipat dari sebelumnya.
Baca juga: Gawat! Demam Higgs Domino Rambah Pedalaman, Warga Asyik Main Game di Warkop Sampai Lupa Pulang
Baca juga: Remaja Putri Produksi Video Panas, Sekali Beraksi Dibayar Rp 8 Juta
Baca juga: Pasukan Pemberontak Suriah Dukungan Turki Gempur Kurdi, 11 Orang Tewas
Menurutnya, peningkatan paling signifikan terjadi pada penjualan tanaman secara daring. Pasalnya, Deny lebih gencar memasarkan tanaman secara daring melalui media sosial seperti facebook.
Para konsumen bukan hanya lokal seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan dan Sabang. Deny bahkan mengirim bibit hingga ke luar sumatera seperti Pulau Jawa hingga Sulawesi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bibitdeny.jpg)