Berita Bireuen

Khairiah, Mata-mata Pencegahan Corona di Bireuen yang Dapat Penghargaan dari Bupati, Begini Tugasnya

Khairiah bersama tenaga medis lainnya sejak awal pandemi covid-19 mulai bergelut dengan tugas berat sebagai mata-mata pencegahan Corona di Bireuen.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Khairiah 

Tugasnya itu awalnya tidak mendapat sambutan baik dari masyrakat. Ia baru diterima ketika bisa menjelaskan bagaimana bahayanya virus Corona. 

Wanita kelahiran 23 Mei 1972 mengatakan saat datang ke lapangan, mereka sudah mendapat data dan
kemudian berkoordinasi dengan tenaga medis di masing-masing Puskesmas.

“Saya khawatir juga, namun sudah menjadi tugas saya bersama teman-teman melaksanakan dengan baik, terutama sekali memberikan pengertian, edukasi .

Kemudian juga meminta warga yang pernah berinteraksi untuk melakukan isolasi mandiri,” kata istri Sardani ini.

Khairiah tidak sendiri dalam bertugas, melainkan tim di antaranya melibatkan Zubir, Linda dan Rosnita. 

Kemudian juga dibantu tim dari masing-masing Puskesmas. 

Khairiah yang bertempat tinggal di Peudada mengaku tugas tersebut memang berat dan muncul rasa was-was.

Namun demi pencegahan covid-19, ia langsung bergerak ketika mendapat tugas dari dinas.

Sebelum berangkat ke titik sasaran, mereka melakukan koordinasi dengan tenaga medis Puskesmas dibantu anggota Babinsa dan Babinkamtibmas serta perangkat desa. 

Khairiah berharap Covid-19 segera berakhir di Bireuen, sehingga tugas mata-mata untuk pencegahan covid-19 segera berakhir. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved